Jateng

Bukan Sekadar Cepat, Jateng Ngopeni Nglakoni Bawa Negara “Masuk ke Saku” Warga

BERITASEMARANG.ID – Pernahkah Anda membayangkan melaporkan jalan rusak atau mengecek pajak kendaraan semudah memesan makanan via aplikasi? Di Jawa Tengah, hal itu bukan lagi anjuran, melainkan kenyataan.

​Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pelayanan publik di Jawa Tengah mengalami pergeseran paradigma. Fokusnya tak lagi hanya soal adu cepat, tetapi soal rasa “dekat”. Melalui semangat “Jateng Ngopeni Nglakoni” (JNN), pemerintah provinsi berupaya meruntuhkan sekat birokrasi yang selama ini dianggap kaku.

​JNN: Satu Genggaman untuk Semua Urusan

​Diluncurkan pada Agustus 2025, aplikasi JNN menjadi “pintu masuk” utama bagi warga Jateng di era digital. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menjelaskan bahwa aplikasi ini adalah ikhtiar nyata untuk memangkas jarak.

​“Kami ingin negara hadir di setiap ponsel warga. JNN dikembangkan untuk merespons kebutuhan masyarakat secara real-time,” ujar Agung.

MUI Jateng Serukan Umat Islam Baca Qunut Nazilah, Kutuk Agresi AS-Israel terhadap Iran

​Hanya dalam kurun waktu empat bulan (Hingga Desember 2025), aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 7.000 warga.

Fitur-fiturnya pun sangat komplet, mulai dari:

​- Aspirasi & Keluhan: Kanal pengaduan 24 jam dan Call Center 150945 (Isogas).

​- Ketenagakerjaan: Terintegrasi dengan e-Makaryo untuk bursa kerja.

​- Layanan Dasar: Cek pajak kendaraan, layanan Dukcapil, hingga info faskes.

MUI Jateng Perkuat Peran Fatwa dan Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan

​- Ruang Zilenial: Wadah khusus untuk kreativitas generasi muda.

​- Fitur Khusus Nataru: Informasi CCTV lalu lintas, lokasi posko, hingga titik SPKLU bagi pengguna kendaraan listrik.

​Statistik yang Berbicara

​Kepercayaan publik terlihat dari derasnya laporan yang masuk. Tercatat ada 9.247 aduan yang diterima Pemprov, di mana 3.020 di antaranya masuk melalui aplikasi JNN.

​Hebatnya, pemerintah tidak sekadar menampung. Sebanyak 5.449 aduan (59%) telah dinyatakan tuntas diselesaikan, sementara sisanya sedang dalam proses verifikasi intensif. Bagi Pemprov Jateng, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti keterlibatan aktif warga dalam mengawal pembangunan.

Kanwil Kemenag Jateng Catat Rekor 100% Pelaporan SPT Tahunan 2025 tepat Waktu

​”Rumah Rakyat”: Saat Teknologi Bertemu Sentuhan Manusiawi

​Meski teknologi digital terus digenjot, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin memahami bahwa tidak semua warga nyaman dengan layar ponsel. Itulah mengapa program Kantor Gubernur Rumah Rakyat tetap menjadi pilar utama.

​Gedung-gedung pemerintahan kini dibuka lebar. Warga bisa datang langsung ke kantor gubernur di Semarang maupun kantor eks Bakorwil di Pati, Solo, dan Banyumas untuk berkeluh kesah tanpa merasa terintimidasi oleh formalitas birokrasi.

​“Kantor Gubernur bukan hanya simbol kekuasaan, tapi ruang layanan. Masyarakat memberi kontrol, dan kami membenahi kekurangan dari laporan tersebut,” tegas Agung.

​Kesimpulan: Mendengar Adalah Kunci

​Langkah yang diambil Jawa Tengah memberikan pesan kuat: pemerintahan yang baik bukan yang paling banyak bicara, melainkan yang paling sungguh mendengar.

​Antara kecanggihan aplikasi JNN dan kehangatan ruang tamu di Rumah Rakyat, Jawa Tengah sedang membuktikan bahwa pelayanan publik terbaik adalah pelayanan yang memanusiakan manusia. Negara kini tidak hanya bekerja cepat, tapi benar-benar terasa dekat di hati masyarakatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement