Lifestyle

Bukan Sekadar Foto, ‘Slow Travel’ Jadi Tren Liburan Paling Dicari Tahun Ini

BERITASEMARANG.ID  – Pernahkah Anda merasa justru lebih lelah saat pulang liburan dibanding sebelum berangkat? Jadwal yang padat dari satu objek wisata ke objek wisata lain demi mengejar konten media sosial seringkali membuat esensi “istirahat” menjadi hilang.

​Tahun ini, tren pariwisata bergeser secara signifikan. Para pelancong kini mulai meninggalkan gaya liburan rush-tourism dan beralih ke Slow Travel. Tren ini menekankan pada kualitas pengalaman daripada kuantitas destinasi yang dikunjungi.

​Apa Itu Slow Travel?

​Slow travel adalah seni menikmati perjalanan dengan ritme yang lebih lambat. Dibanding mengunjungi lima kota dalam tujuh hari, penganut slow travel mungkin hanya menetap di satu desa atau kota kecil selama seminggu penuh.

​Tujuannya? Untuk terhubung lebih dalam dengan budaya lokal, mencicipi kuliner otentik di kedai tersembunyi, hingga berinteraksi langsung dengan warga sekitar.

​Mengapa Slow Travel Menjadi Favorit?

​Ada beberapa alasan mengapa gaya liburan ini semakin diminati oleh generasi Milenial dan Gen Z:

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  • Kesehatan Mental: Mengurangi stres akibat jadwal yang ketat dan antrean panjang di spot foto viral.
  • Keberlanjutan (Sustainability): Dengan menetap lebih lama di satu tempat, jejak karbon dari transportasi dapat dikurangi.
  • Budget yang Lebih Efisien: Biaya transportasi antar-kota dapat ditekan, dan Anda memiliki kesempatan mencari tempat makan lokal dengan harga yang lebih terjangkau.

​Tips Memulai Slow Travel untuk Liburan Selanjutnya

​Bagi Anda yang ingin mencoba pengalaman ini, berikut adalah beberapa langkah mudahnya:

 

    1. Pilih Satu Destinasi Utama: Alih-alih menyusun daftar sepuluh tempat, pilih satu area yang memiliki karakter kuat. Misalnya, menetap di kawasan Sidemen, Bali daripada berpindah-pindah ke seluruh penjuru pulau.
    2. Gunakan Transportasi Lokal: Cobalah naik kereta api, bus kota, atau bahkan bersepeda untuk merasakan denyut nadi kehidupan lokal.
    3. Matikan Notifikasi: Batasi waktu layar. Alokasikan waktu khusus untuk mengambil foto, lalu simpan ponsel Anda dan nikmati pemandangan dengan mata kepala sendiri.
    4. Menginap di Homestay atau Rental Lokal: Ini akan memberikan perspektif berbeda dibanding menginap di hotel jaringan internasional.

​”Liburan bukan tentang seberapa jauh Anda pergi atau seberapa banyak tempat yang Anda unggah di Instagram, tapi tentang seberapa banyak cerita yang Anda bawa pulang ke rumah.”

​Sudah siap merencanakan pelarian dari rutinitas dengan cara yang lebih bermakna? Mungkin ini saatnya Anda mencoba slow travel.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement