Nasional Ekonomi

Dongkrak Ekonomi, Jateng-Lampung Teken Kerja Sama Senilai Rp 832,3 Miliar

BERITASEMARANG.ID  – Provinsi Jawa Tengah dan Lampung resmi memulai babak baru kolaborasi strategis. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi (Jateng) dan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Lampung), kedua provinsi menyepakati 11 poin kerja sama lintas sektor dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 832,3 miliar per tahun.

​Penandatanganan kesepakatan ini berlangsung khidmat di Mahan Agung, Kota Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026) malam. Langkah besar ini merupakan realisasi konkret dari pertemuan antar gubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025 lalu.

​Membangun “Ekonomi Baru” Lewat Kolaborasi

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kemitraan ini bukan soal siapa yang lebih maju, melainkan semangat untuk tumbuh bersama melalui konsep Collaborative Government.

​”Kerja sama ini adalah motor untuk menumbuhkan titik-titik ekonomi baru di masing-masing provinsi. Kita membangun konektivitas agar kedua wilayah bisa maju dan berkembang bersama, selaras dengan program Presiden dalam pemerataan pembangunan nasional,” ujar Luthfi.

​Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memuji Jawa Tengah sebagai benchmark nasional dalam hal iklim investasi dan pengembangan kawasan industri.

Semarang “Panen” Event Olahraga Nasional Sepanjang April 2026, Cek Jadwal Lengkapnya

​11 Poin Utama Kerja Sama: Dari Energi Hingga Vokasi

​Kerja sama ini melibatkan OPD, BUMD (Perseroda), hingga asosiasi pengusaha (Kadin & Hipmi). Berikut adalah rincian sektor yang menjadi fokus utama:

  1. Pendidikan & Industri: Penguatan SMK Kembar dan pengembangan sektor perdagangan (jangka waktu 5 tahun).
  2. Energi Terbarukan: Pemanfaatan gas bumi antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dan PT Lampung Jasa Utama.
  3. Ketahanan Pangan: Suplai komoditas pertanian, perkebunan, hingga peternakan melibatkan BUMD dan koperasi kedua daerah.
  4. Logistik & Perdagangan: Arus rantai pasok untuk komoditas strategis seperti gula, beras, garam, kopi, bawang putih, hingga sapi.
  5. Pariwisata: Kolaborasi antara Astindo Jateng dan Lampung untuk promosi wisata lintas provinsi.
  6. Manufaktur: Kemitraan suplai bahan baku tepung tapioka dan produk kerajinan.

​Daftar Komoditas Unggulan yang Dipertukarkan

Hadirnya Pemimpin Daerah Milenial

​Menariknya, agenda ini juga dihadiri oleh sederet pemimpin daerah muda dari Jawa Tengah, seperti Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kerja sama ini menyentuh hingga ke level akar rumput dan potensi spesifik kabupaten/kota.

​Dengan nilai transaksi hampir satu triliun rupiah per tahun, kolaborasi Jateng-Lampung diprediksi akan menjadi salah satu poros kekuatan ekonomi baru di wilayah Jawa dan Sumatera.

Bidik Emas di Kejurprov Forki Jateng 2026, Karateka Andalan USM Siap Bertarung di Magelang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement