BERITASEMARANG.ID – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Pengajian Akbar bertajuk “Puasa dan Kesehatan”. Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Muladi Dome, Kampus Tembalang, Jumat (6/3/2026) ini menghadirkan pakar kesehatan sekaligus pendakwah ternama, dr. Zaidul Akbar.
Kegiatan ini bertujuan menjadi sarana “upgrade” bagi para anggota DWP dan masyarakat kampus agar tidak hanya kuat secara spiritual (iman), tetapi juga bugar secara fisik (imun) selama menjalankan ibadah puasa.
Pesan Rektor: Kesadaran Harus Beriringan dengan Tindakan
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya menyelaraskan niat dengan aksi nyata (law of action). Ia berharap momentum Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi ajang peningkatan kualitas diri.
”Sering terjadi kesadaran dan keinginan tidak sejalan dengan tindakan. Saya berharap ibu-ibu benar-benar menjalankan apa yang diinginkan di bulan Ramadan, seperti khatam Al-Qur’an dan istiqomah berbuat kebaikan,” ujar Prof. Suharnomo.
Beliau juga mengutip Surah Al-Mujadalah ayat 11, mengingatkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Tips Sehat dr. Zaidul Akbar: Kurangi Tepung dan Gula
Sebagai alumni Fakultas Kedokteran UNDIP, dr. Zaidul Akbar kembali ke almamaternya untuk membagikan metode Jurus Sehat Rasulullah (JSR). Ia menjelaskan bahwa puasa adalah momentum terbaik bagi tubuh untuk melakukan “reset” atau pemulihan metabolisme.
Beberapa poin kunci kesehatan yang disampaikan dr. Zaidul Akbar antara lain:
- Hindari “Geng” Tepung dan Gula: Mengonsumsi gula pasir dan terigu berlebih memicu lonjakan gula darah dan risiko obesitas.
- Pilih Makanan “Kupas” Bukan “Kemas”: Lebih baik mengonsumsi makanan alami langsung dari alam daripada makanan olahan dalam kemasan.
- Kunyah Buah, Jangan Dijus: Menghindari proses juicing bertujuan merangsang enzim pencernaan saat proses mengunyah di mulut.
- Nutrisi Sahur & Buka: Fokus pada makanan alami dan bergizi, serta hindari makan berlebihan atau gorengan yang berminyak.
Kepedulian Sosial: Tali Asih untuk Yatim Piatu dan Guru
Tak hanya soal ilmu, DWP UNDIP juga menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. Ketua DWP UNDIP, Dewi Widayani Suharnomo, menyatakan bahwa acara ini juga mengajak anggota untuk lebih peka terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, DWP UNDIP menyalurkan bantuan kepada:
- 48 Mahasiswa yatim piatu penerima KIP.
- 38 Anak asuh yatim piatu dari keluarga dosen dan tenaga kependidikan (tendik).
- 38 Guru PAUD Permata dan TPQ di sekitar wilayah Tembalang.
Ketua Panitia, Yeti Yan Wisnu, melaporkan bahwa acara ini sukses menyedot perhatian sekitar 800 peserta, termasuk pengurus DWP, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar. “Terima kasih kepada seluruh donatur dan sponsor yang telah mendukung keberkahan acara ini,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara ilmu kesehatan dan penguatan iman, DWP UNDIP berharap seluruh civitas akademika dapat meraih keberkahan Ramadan dengan kondisi fisik yang prima dan hati yang bersih.

Komentar