BERITASEMARANG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah merilis data terbaru mengenai perkembangan ekspor dan impor periode Januari 2026. Dalam laporan yang disampaikan langsung oleh Kepala BPS Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., pada Senin (2/3/2026), terlihat dinamika perdagangan internasional yang cukup kontras di beberapa sektor komoditas utama.
Kinerja Ekspor: AS Tetap Jadi Tujuan Utama
Berdasarkan data yang dipaparkan, ekspor Jawa Tengah masih didominasi oleh komoditas non-migas. Amerika Serikat kokoh menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai 510,6 juta US Dollar. Komoditas unggulan yang dikirim ke Negeri Paman Sam tersebut meliputi pakaian jadi (rajutan), alas kaki, hingga perabotan rumah tangga.
”Jika kita lihat perkembangannya, Amerika Serikat mengalami peningkatan signifikan. Ekspor pakaian dan aksesorisnya (rajutan) serta alas kaki menjadi pendorong utama,” ujar Dr. Ali Said dalam acara Berita Rilis Statistik di Semarang.
Selain Amerika Serikat, negara tujuan utama lainnya yang memberikan kontribusi besar adalah Jepang, khususnya untuk produk pakaian jadi dan alas kaki dengan nilai mencapai 88,19 juta US Dollar.
Pergerakan Komoditas: Tekstil Naik, Kayu Melambat
Terdapat pergeseran menarik pada performa komoditas ekspor (HS 2-digit) antara Januari 2025 ke Januari 2026:
- Kenaikan Signifikan: Pakaian dan aksesoris (rajutan maupun non-rajutan) serta alas kaki menunjukkan tren positif.
- Penurunan: Komoditas kayu dan barang dari kayu, serta beberapa jenis perabotan dan lampu, mengalami perlambatan dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Impor dan Neraca Perdagangan
Di sisi lain, impor Jawa Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar 1.268 juta US Dollar. Kenaikan nilai impor ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan akan mesin dan perlengkapan elektrik (HS 84 dan HS 85) serta sisa industri makanan.
Negara asal impor utama Jawa Tengah meliputi:
- Tiongkok (Masih menjadi pemasok terbesar mesin dan elektrik)
- Amerika Serikat
- Rusia (Mengalami kenaikan nilai impor sekitar 62,06%)
Neraca Perdagangan Jawa Tengah
Secara keseluruhan, neraca perdagangan Jawa Tengah pada Januari 2026 mencatatkan angka yang dinamis. Dr. Ali Said menyoroti adanya perbedaan performa jika membandingkan total perdagangan (termasuk migas) dengan sektor non-migas saja.
Meskipun terdapat beberapa penurunan di komoditas tertentu seperti kayu, surplus perdagangan dengan Amerika Serikat tetap menjadi penyangga utama ekonomi ekspor Jawa Tengah di awal tahun 2026 ini.
Pihak BPS berharap para pelaku industri dapat terus memantau fluktuasi permintaan global, terutama untuk produk-produk manufaktur seperti garmen dan alas kaki yang menjadi tulang punggung ekspor daerah.

Komentar