BERITASEMARANG.ID – Geely Auto Indonesia resmi menancapkan taringnya lebih dalam di pasar otomotif Tanah Air. Hari ini, Senin (19/1/2026), Geely mengumumkan dimulainya perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD) untuk model terbarunya, Geely EX2, di pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta.
Langkah ini menandai Geely EX2 sebagai model ketiga yang dirakit secara lokal, menyusul kesuksesan Starray EM-i dan Geely EX5. Tidak main-main, mobil listrik ini hadir dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 46,5%.
Laris Manis Sebelum Harga Resmi Rilis
Meski harga resminya baru akan diumumkan dalam waktu dekat, antusiasme konsumen Indonesia tergolong luar biasa. Sejak keran pemesanan (pre-booking) dibuka pada November 2025, Geely EX2 telah mengantongi lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
”Kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” ujar Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia.
Sinergi Lokal: Baterai Gotion & Teknologi Global
Salah satu poin menarik dari lokalisasi Geely EX2 adalah kolaborasi strategis dengan Gotion, produsen baterai lokal, untuk menyuplai sel baterai. Ini merupakan langkah nyata Geely dalam membangun ekosistem value chain kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.
Dari sisi teknis, baterai Geely EX2 tidak hanya sekadar “lokal”, tapi juga canggih:
- Teknologi Cell-to-Pack (CTP): Desain baterai yang lebih efisien dan ringkas.
- Liquid Cooling System: Sistem pendingin berbasis cairan untuk menjaga performa baterai tetap optimal.
- Geely Battery Safety System: Standar keamanan global yang memastikan perlindungan maksimal bagi penggunanya.
Kapasitas Produksi Tinggi
Dengan kapasitas produksi hingga 60 unit per hari, Geely optimistis dapat memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh. Kolaborasi dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai basis strategis Geely untuk ekspansi di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran Geely EX2 dengan TKDN tinggi ini diprediksi akan membuat persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin memanas, terutama bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik berkualitas global dengan sentuhan lokal yang kuat.

Komentar