BERITASEMARANG.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Masjid Jami’ An-Nuur Tlogobiru, RT 15 RW 27, Kelurahan Tlogosari Kulon, pagi ini. Ratusan warga memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri 1447 H yang dimulai tepat pukul 06.30 WIB.
Acara diawali dengan penyampaian laporan transparansi oleh perwakilan pengurus Ta’mir Masjid. Dalam laporannya, pengurus memaparkan rangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan serta laporan keuangan masjid sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada jamaah.
Pesan Mendalam Ustadz Sholihin dalam khotbahnya :
Tiga Doa Malaikat Jibril
Bertindak sebagai Imam sekaligus Khotib, Ustadz Sholihin menyampaikan khotbah yang menyentuh hati mengenai diterimanya amal ibadah puasa. Ia mengingatkan jamaah tentang tiga doa Malaikat Jibril yang sangat krusial bagi setiap Muslim.
”Jangan sampai puasa kita sia-sia. Ada tiga golongan yang doanya diaminkan oleh Rasulullah agar tidak diterima puasanya: anak yang durhaka pada orang tua, istri yang durhaka pada suami, serta sesama Muslim yang tidak mau saling memaafkan,” tegas Ustadz Sholihin di hadapan jamaah.
Pilar Keharmonisan Keluarga dan Sosial
Dalam uraiannya, Ustadz Sholihin menekankan beberapa poin penting sebagai refleksi hari kemenangan:
Bakti Tanpa Batas kepada Orang Tua: Kewajiban anak adalah berkata lemah lembut, terutama saat orang tua lanjut usia. Bahkan jika orang tua telah tiada, bakti tetap berlanjut melalui doa dan sedekah atas nama mereka.
Ketaatan Istri dalam Syariat: Selama suami menjalankan tugas sesuai syariat, istri wajib menghormati suami. Salah satu wujud bakti nyata adalah dengan merawat dan mendidik anak-anak dengan landasan agama yang baik.
Ukhuwah Islamiyah: Seorang Muslim dengan Muslim lainnya adalah bersaudara. Idul Fitri menjadi momentum terbaik untuk memutus rantai permusuhan dan merajut kembali tali silaturahmi.
Tradisi Mushafahah yang Hangat
Rangkaian ibadah di Masjid Jami’ An-Nuur ditutup dengan tradisi mushafahah atau bersalam-salaman. Seluruh jamaah tampak berbaur, saling berjabat tangan, dan melempar senyum sebagai simbol penggugur dosa dan dimulainya lembaran baru yang suci. Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, mempererat kerukunan warga di lingkungan Tlogobiru, Pedurungan.

Komentar