BERITASEMARANG.ID – Wajah TPS Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan kini berubah total. Lewat aksi “keroyokan” lintas dinas yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, tumpukan sampah yang sempat menggunung berhasil dibersihkan. Hingga Jumat (16/1) sore, sebanyak 145 ritasi sampah telah dievakuasi menuju TPA Jatibarang.
Aksi ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan operasi terpadu yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), hingga Disperkim, dengan pengawalan ketat dari Satpol PP.
Strategi Sterilisasi: Pagar, Tanaman, dan CCTV
Wali Kota Agustina menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin pembersihan ini hanya menjadi solusi sesaat. Skema proteksi lahan telah disiapkan agar lokasi tersebut tidak lagi menjadi titik pembuangan liar.
-
- Pagar & Penghijauan: Lahan akan dipagari permanen dan ditanami tanaman keras oleh DLH dan Disperkim.
- Pengawasan Digital: Camat setempat telah diinstruksikan memasang CCTV untuk memantau lokasi secara real-time.
- Sistem “Bilas” Harian: Selain menyiagakan 4 kontainer dan 4 armada Armroll dengan total 12 ritasi per hari, satu unit Dump Truck khusus akan bertugas setiap hari untuk “membilas” sisa-sisa sampah yang tercecer agar lahan tetap rapi.
”Kalau sudah dipagari dan ditanami, otomatis tidak boleh ada lagi penumpukan sampah di titik itu,” tegas Agustina.
Sentil Mobil Pick-up: “Jangan Manja, Buang Langsung ke Jatibarang!”
Salah satu pemicu utama melubernya sampah di TPS adalah penyalahgunaan fungsi oleh oknum pengguna mobil pribadi atau pick-up. Wali Kota memberikan imbauan keras terkait hal ini.
Agustina menjelaskan bahwa TPS hanya diperuntukkan bagi petugas sampah lingkungan yang menggunakan gerobak, becak, atau motor roda tiga.
“Untuk mobil pick-up atau roda empat lainnya, wajib langsung buang ke TPA Jatibarang. Jangan di TPS!” serunya.
Menuju Semarang Berkelanjutan
Penanganan sampah di Muktiharjo Kidul menjadi simbol komitmen Pemkot Semarang dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Namun, Agustina mengingatkan bahwa kunci utama tetap ada pada kedisiplinan warga.
”Mari kita jaga bersama. Jika pemerintah bergerak dan masyarakat disiplin, saya yakin Semarang akan lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya optimis.

Komentar