Jateng

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lepas Peserta Balik Gratis Kereta Api di Stasiun Tawang

BERITASEMARANG.ID –  Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi memberangkatkan ratusan peserta program Balik Rantau Gratis 2026 yang akan kembali mengadu nasib di perantauan menggunakan moda transportasi kereta api.

​Program ini merupakan bentuk nyata fasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membantu masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal, untuk kembali bekerja setelah merayakan Lebaran di kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.

Bantuan Nyata untuk Pekerja Informal

​Dalam sambutannya, Luthfi menjelaskan bahwa program balik gratis ini melibatkan kolaborasi erat antara Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Untuk pemberangkatan kereta api kali ini, sebanyak 320 penumpang difasilitasi menggunakan empat gerbong khusus.

​Luthfi menyadari bahwa kondisi finansial para perantau biasanya mulai menipis setelah menghabiskan anggaran untuk kebutuhan mudik dan belanja di kampung halaman.

Ekspansi ke Sportainment, Sun Motor Group Resmikan Zing Padel Semarang: Standar Internasional dan Ramah Komunitas

​”Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, pas pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya program balik rantau gratis ini, mereka sangat senang sekali,” ujar Luthfi di sela acara pelepasan.

​Ia juga berpesan agar warga Jawa Tengah tetap membawa jati diri yang baik di tanah rantau. Karakter guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung tinggi toleransi diharapkan tetap dijaga sebagai modal sosial di perantauan.

Antusiasme dan Pengalaman Pertama Peserta

​Kebahagiaan terpancar dari wajah para peserta, salah satunya Susanto. Perantau asal Pati yang hendak menuju Bekasi ini memboyong istri dan dua anaknya. Baginya, program ini sangat membantu menekan pengeluaran keluarga yang biasanya melonjak pasca-Lebaran.

​Meski sudah berulangkali mengikuti program gratis dari pemerintah, tahun-tahun sebelumnya Susanto selalu menggunakan armada bus. Perjalanan kali ini menjadi momen spesial karena merupakan pengalaman pertama bagi kedua anaknya merasakan naik kereta api jarak jauh.

Perkuat Sinergi, Kemahasiswaan USM Gelar Dialog Bareng Ormawa

​”Senang sekali, soalnya bisa mengajak anak-anak yang belum pernah naik kereta,” ucapnya.

​Senada dengan Susanto, Zainal Mubarok, perantau asal Demak yang tinggal di Bogor, mengaku sangat terbantu dari sisi ekonomi. Menurutnya, jika menggunakan transportasi umum secara mandiri, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp1 juta per orang.

​Zainal pun menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Jateng dan berharap agar ke depannya kuota atau jumlah gerbong yang disediakan dapat ditambah agar lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya.

​”Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik dan balik gratis,” pungkas Zainal.

Perkuat Transparansi, OJK dan SRO Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement