Semarang Hiburan

Hapus Kecanduan Gadget, Wali Kota Semarang Resmikan Taman Abdulrahman Saleh: Surga Baru untuk Anak di Manyaran

BERITASEMARANG.ID  – Kabar gembira bagi warga Semarang Barat! Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara resmi meresmikan Taman Abdulrahman Saleh pada Rabu (7/1). Bukan sekadar taman biasa, ruang terbuka seluas 2.000 m² di wilayah Manyaran ini diproyeksikan menjadi “penawar” ampuh bagi anak-anak yang kini mulai ketergantungan pada gadget.

​Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Berstandar Nasional

​Pembangunan taman yang menggunakan dana APBD 2025 ini mengusung konsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Pemerintah Kota Semarang tidak hanya mengejar aspek estetika, tetapi juga memprioritaskan keamanan dan tumbuh kembang anak secara inklusif.

​Beberapa fasilitas unggulan yang dapat dinikmati masyarakat antara lain:

  • Area Bermain Tematik: Didesain khusus untuk merangsang aktivitas fisik anak.
  • Stage Show: Wadah bagi anak-anak untuk berani tampil dan menunjukkan bakat.
  • Fasilitas Olahraga: Tersedia jogging track bagi orang tua yang ingin berolahraga sambil memantau anak.
  • Keamanan Terpadu: Dilengkapi sistem pemantauan CCTV dan toilet yang bersih.

​Misi Besar: Mempertahankan Predikat Kota Layak Anak Utama

​”Taman ini didesain agar anak-anak sejenak bisa melepaskan diri dari layar gadget dan bersosialisasi di alam terbuka,” ujar Agustina Wilujeng dalam sambutannya.

​Peresmian ini juga memperkuat posisi Semarang yang telah meraih predikat Kota Layak Anak Kategori Utama pada tahun 2025. Taman Abdulrahman Saleh kini bersanding dengan Taman Kedondong dan Taman Bumirejo sebagai ruang publik berkualitas di ibu kota Jawa Tengah.

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

Catatan Penting untuk Orang Tua:

Mengingat lokasi taman yang strategis di pinggir jalan raya, Wali Kota mengimbau para orang tua untuk memberikan pengawasan melekat, terutama bagi anak di bawah usia 12 tahun.

​Ajakan Merawat Bersama

​Wali Kota menegaskan bahwa menjaga fasilitas publik bukan hanya tugas kelurahan atau kecamatan, melainkan tanggung jawab kolektif.

​”Saya meminta dukungan seluruh masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama merawat taman ini. Mari kita jaga agar tetap aman dan nyaman untuk anak-anak kita,” pungkasnya.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement