BERITASEMARANG.ID – Sebuah kolaborasi menyentuh hati sedang dipersiapkan di Kota Semarang. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Semarang resmi menggandeng Universitas Semarang (USM) untuk menggelar sebuah malam penggalangan dana bertajuk “LoveHeals: A Symphony of Millions Hopes.”
Langkah besar ini dibahas dalam pertemuan hangat yang berlangsung di Ruang Rektor, Menara USM, pada Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., bersama jajaran pimpinan universitas dan pengurus YKI.
Misi Mulia di Balik Nada
Ketua YKI Cabang Kota Semarang, dr. Eko Adi Pangarsa, SpPD, KHOM, mengungkapkan bahwa seluruh hasil dari kegiatan ini akan didedikasikan sepenuhnya untuk operasional Rumah Singgah YKI di kawasan Puri Anjasmoro.
Rumah singgah tersebut merupakan “titik terang” bagi pasien kanker dari kalangan kurang mampu. Di sana, mereka mendapatkan fasilitas lengkap secara gratis, meliputi:
-
- Akomodasi: Tempat tinggal yang layak selama masa pengobatan.
- Konsumsi: Kebutuhan pangan harian yang terjamin.
- Transportasi: Akses menuju pusat pengobatan tanpa biaya.
”Kami mendedikasikan rumah singgah ini untuk pasien dan keluarga yang sedang berjuang melawan kanker namun terkendala biaya. Dukungan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar fasilitas ini tetap bisa melayani mereka secara cuma-cuma,” ujar dr. Eko.
Sinergi Akademisi dan Kemanusiaan
Kerja sama ini bukan sekadar acara seremonial. Bagi USM, ini adalah bentuk nyata implementasi nilai sosial di lingkungan kampus. Dr. Eko berharap civitas akademika USM tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi penggerak empati.
”Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana kolaborasi antara organisasi sosial dan perguruan tinggi yang memiliki semangat kemanusiaan yang sama,” tambahnya.
Target 1.000 Hati untuk Peduli
Berbeda dengan penggalangan dana konvensional, YKI tidak mematok nominal uang tertentu sebagai target utama. Sebaliknya, mereka menargetkan kehadiran lebih dari 1.000 penonton dalam konser amal tersebut.
Melalui LoveHeals, musik dipilih sebagai instrumen universal untuk mengetuk pintu hati masyarakat. Harapannya, setiap nada yang tercipta mampu menggerakkan kepedulian kolektif bagi para pejuang kanker di Jawa Tengah.

Komentar