Pendidikan

Hijaukan Demak! Komunitas Tunas Kecil Berdikari USM Gandeng Warga Karangsono Tanam Ratusan Pohon

BERITASEMARANG.ID  – Kepedulian terhadap lingkungan terus dipupuk oleh generasi muda. Baru-baru ini, Komunitas Tunas Kecil Berdikari dari Universitas Semarang (USM) menggelar aksi nyata dengan melakukan gerakan menanam pohon di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

​Tidak sekadar menanam, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi hangat antara mahasiswa dan warga setempat untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat.

​Kolaborasi Mahasiswa dan Emak-Emak

​Suasana di Desa Karangsono tampak berbeda dari biasanya. Ratusan bibit pohon bantuan pemerintah disiapkan untuk menghijaukan sudut-sudut desa. Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari para mahasiswa, tetapi juga keterlibatan aktif ibu-ibu warga desa.

​Ketua Komunitas Tunas Kecil Berdikari USM, Nadya, mengungkapkan bahwa keterlibatan kelompok perempuan dan generasi muda adalah kunci keberhasilan pelestarian lingkungan.

​”Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu dan generasi muda, untuk terlibat langsung dalam aksi nyata. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya peran kita semua dalam menjaga alam,” ujar Nadya.

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

​Edukasi Agar Pohon Tak Sekadar Ditanam

​Salah satu kendala dalam gerakan penghijauan adalah perawatan pasca-tanam. Menyadari hal tersebut, komunitas ini tidak hanya membagikan bibit secara gratis, tetapi juga memberikan edukasi singkat.

​Para peserta dibekali pengetahuan tentang:

  • Teknik penanaman yang benar agar akar kuat.
  • Cara perawatan rutin agar bibit tidak layu.
  • Manfaat jangka panjang pohon bagi ekosistem desa.

​”Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi kami. Ini adalah sarana pembelajaran langsung tentang bagaimana komunitas, masyarakat, dan pemerintah bisa berkolaborasi secara apik,” tambah Nadya.

​Harapan Dampak Berkelanjutan

​Aksi hijau di Desa Karangsono ini diharapkan bukan menjadi yang terakhir. Nadya berharap gerakan ini menjadi pemicu bagi institusi pendidikan dan komunitas lain untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

​Dengan tertanamnya ratusan pohon ini, Desa Karangsono diharapkan akan memiliki kualitas udara yang lebih baik serta lingkungan yang lebih teduh bagi generasi mendatang.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement