BERITASEMARANG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan bahwa pada Maret 2026, Jawa Tengah mengalami inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 3,54%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode Maret tahun-tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas pangan menjelang hari besar keagamaan serta penyesuaian kebijakan tarif energi.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., dalam rilis resminya melalui Zoom pada Rabu (1/4), menyampaikan bahwa secara bulanan (month-to-month), Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,57%. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat berada pada angka 0,98%.
Pangan dan Transportasi Jadi Pemicu Utama
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,43%. Kenaikan harga daging ayam ras dan beras menjadi faktor dominan. Kondisi ini dipicu oleh melonjaknya permintaan konsumen seiring dengan masuknya bulan Ramadhan dan persiapan Idul Fitri yang puncaknya terjadi pada minggu ketiga dan keempat Maret 2026.
Selain pangan, sektor transportasi menyumbang andil inflasi sebesar 0,09%. Hal ini disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan antar kota akibat tingginya permintaan arus mudik dan balik Lebaran, serta adanya kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo yang mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.
Faktor Kebijakan Tarif Listrik
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Maret 2026 yang menyentuh 3,54% dipengaruhi signifikan oleh rendahnya basis perbandingan pada tahun 2025. Sebagai catatan, pada Januari 2025 pemerintah sempat memberhentikan diskon tarif listrik 50% bagi rumah tangga tangga tertentu. Alhasil, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 1,18%.
Penyeimbang Deflasi
Di tengah tren kenaikan harga, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi) sehingga meredam laju inflasi lebih jauh. Cabe rawit, angkutan udara, emas perhiasan, tarif kereta api, dan tarif jalan tol tercatat memberikan sumbangan deflasi pada Maret 2026.
Penurunan tarif kereta api dan jalan tol terjadi berkat kebijakan diskon tarif sebesar 30% yang diberikan pemerintah selama periode Lebaran. Sementara itu, harga emas perhiasan cenderung melandai mengikuti tren harga emas dunia.
Sebaran Wilayah
Berdasarkan wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah:
- Inflasi Tahunan (YoY) Tertinggi: Kota Tegal sebesar 3,99%.
- Inflasi Tahunan (YoY) Terendah: Kabupaten Wonosobo sebesar 3,15%.
- Inflasi Bulanan (MtM) Tertinggi: Kabupaten Wonosobo sebesar 0,92%.
Secara khusus, Kabupaten Wonosobo mencatat andil inflasi tertinggi untuk komoditas daging ayam ras, beras, dan minyak goreng. Sebaliknya, penurunan harga cabe rawit terdalam terjadi di Kudus dan Surakarta.
Menutup laporannya, Ali Said menekankan bahwa pola inflasi bulan ini sangat dipengaruhi oleh momentum musiman Ramadhan-Idul Fitri serta kebijakan penyesuaian harga energi yang berdampak pada daya beli masyarakat di tingkat provinsi.

Komentar