Otomotif

Ini Strategi Aman Berkendara Saat Cuaca Tak Menentu, di Jalur Pantura & Selatan

BERITASEMARANG.ID  – Bagi para pengendara sepeda motor di Jawa Tengah, istilah “Udan Kethek” bukan sekadar mitos rakyat. Fenomena hujan lokal yang turun saat matahari masih terik ini kerap menjadi jebakan maut, baik di lintasan terbuka Jalur Pantura maupun jalur berkelok di lintas Selatan.

​Cuaca ekstrem yang sulit diprediksi belakangan ini menuntut para bikers untuk tidak hanya mengandalkan jas hujan, tetapi juga kesiagaan mental dan penguasaan teknik berkendara yang mumpuni.

​Dua Wajah Risiko: Pantura vs Jalur Selatan

​Karakteristik geografis Jawa Tengah menciptakan tantangan yang berbeda bagi para pengendara:

  • Jalur Pantura: Ancaman utama adalah angin samping (crosswind) yang kencang. Selain itu, aspal yang bercampur tumpahan solar menjadi sangat licin saat terkena tetesan air pertama.
  • Jalur Selatan: Risiko bergeser pada jarak pandang yang terbatas akibat kabut di area perbukitan serta potensi aquaplaning pada permukaan jalan yang tidak rata.

​Bahaya Kontras Cahaya dan Efek Silau

​Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, menjelaskan bahwa masalah utama “Udan Kethek” adalah kontras cahaya yang ekstrem.

​”Air hujan yang jatuh akan membiaskan sinar matahari, menciptakan efek silau yang membuat permukaan aspal seolah ‘hilang’. Cahaya matahari yang memantul pada kaca helm yang baret saat hujan akan menciptakan pendaran cahaya (flare) yang menutup pandangan,” ungkap Oke.

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

​Ia menyarankan bikers menggunakan helm dengan double visor atau smoke visor berkualitas. Jika menggunakan kaca bening, pastikan kondisinya mulus tanpa goresan.

​Tips Menaklukkan Jalur Licin

​Di Pantura, debu jalanan dan tumpahan oli sangat pekat. Saat hujan ringan atau baru turun, kotoran ini bercampur menjadi lapisan pelumas yang sangat licin. Berikut strategi teknis yang disarankan:

  1. Kurangi Kecepatan Gradual: Jangan melakukan pengereman mendadak (hard braking) karena ban akan sangat mudah kehilangan cengkeraman.
  2. Waspada Persepsi Aman: Jangan tertipu dengan matahari yang masih bersinar. Seringkali pengendara enggan menurunkan kecepatan karena merasa kondisi masih terang, padahal traksi ban sudah berkurang drastis.
  3. Baca Tanda Alam: Kesadaran akan perubahan kondisi jalan lebih penting daripada sekadar kemahiran berkendara.

​”Menembus cuaca ekstrem di Jawa Tengah bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang paling cerdas membaca tanda-anda alam. Udan Kethek mungkin tak terhindarkan, namun risiko kecelakaan bisa kita turunkan dengan persiapan yang matang,” tutup Oke.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement