Otomotif

Jangan Asal Miring ! Ini Rahasia Bikers Taklukkan Tikungan Pegunungan

BERITASEMARANG.ID  – Jawa Tengah memang surganya bikers. Dari eksotisnya jalur Dieng, tantangan lereng Merapi-Merbabu, hingga rute berkelok Cilacap-Pangandaran, semuanya menawarkan sensasi berkendara yang memuaskan. Namun, di balik keindahannya, jalur pegunungan menyimpan risiko besar yang siap mengintai pengendara yang ceroboh.

​Banyak pengendara terjebak gaya balap dan tergoda melakukan teknik cornering atau “miring-miring” dengan kecepatan tinggi. Padahal, jalan raya bukan sirkuit. Salah perhitungan sedikit saja, nyawa taruhannya.

​Aturan Emas: “Slow In, Fast Out”

​Kunci utama menaklukkan tikungan pegunungan bukanlah seberapa miring motor Anda, melainkan manajemen kecepatan. Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, menekankan pentingnya prinsip Slow In, Fast Out.

​”Tikungan di perbukitan umumnya bersifat blind corner atau tikungan buta. Kita tidak tahu apa yang ada di balik sana—bisa jadi kendaraan dari lawan arah, tumpahan oli, atau bahkan hewan melintas,” ujar Oke.

Tips Aman Menikung:

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  • Kurangi kecepatan sebelum masuk tikungan: Pastikan Anda punya ruang pandang yang cukup.
  • Waspadai permukaan jalan: Kerikil, pasir, dan lumpur adalah musuh utama. Melakukan rebah di permukaan ini hampir 99% akan berakhir dengan tergelincir (low side).
  • Perhatikan Camber: Kemiringan jalan di pegunungan sering tidak terduga dan sangat memengaruhi traksi ban.

​Rem Bukan Sekadar Berhenti, Tapi Seni Menjaga Keseimbangan

​Kesalahan fatal sering terjadi saat pengereman di turunan tajam. Menekan rem saat motor sedang miring akan memicu stand up effect, di mana motor tiba-tiba tegak dan meluncur lurus keluar jalur.

​Oke menyarankan penggunaan rem yang proporsional: 70% rem depan dan 30% rem belakang saat posisi motor masih lurus sebelum masuk tikungan. Jika butuh koreksi di tengah tikungan, gunakan trailing brake (pengereman tipis hanya pada rem belakang) untuk menjaga kestabilan.

​Waspada Rem Blong di Turunan!

​Menahan tuas rem terus-menerus saat turunan panjang adalah “resep” menuju rem blong. Panas berlebih akan membuat rem kehilangan efektivitasnya.

Cara pengereman yang benar di turunan:

    1. Teknik “Tekan-Lepas”: Lakukan pengereman kuat sebentar, lalu lepaskan agar sistem rem sempat mendingin.
    2. Maksimalkan Engine Braking: Gunakan gigi rendah (1 atau 2).
    3. Khusus Motor Matik: Turunkan kecepatan secara drastis sebelum turunan dan “gantung” gas sedikit agar ada efek engine brake yang membantu kinerja rem.

​”Riding di pegunungan adalah ujian sesungguhnya dari kematangan seorang pengendara. Pegunungan Jateng bukan sirkuit, dan nyawa jauh lebih berharga daripada sensasi rebah maksimal,” tegas Oke Desiyanto.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

​Ingat, pengendara yang cerdas adalah mereka yang tahu batas kemampuannya dan memastikan diri pulang dengan selamat sampai ke rumah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement