BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menunjukkan keseriusan dalam mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan. Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Jateng terus menggenjot strategi terintegrasi untuk mengejar target swasembada pangan pada tahun 2026.
Hingga April 2026, sejumlah indikator produksi menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dirilis, neraca pangan Jawa Tengah berada dalam kondisi aman dengan angka surplus yang signifikan, terutama pada komoditas utama.
Realisasi Produksi: Padi dan Jagung Tumbuh Positif
Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares (Frans), mengungkapkan bahwa meski masih di awal musim tanam, capaian produksi sudah menunjukkan progres yang kuat:
- Padi: Realisasi mencapai 4.169.353 ton GKG (39,48% dari target 10,5 juta ton).
- Jagung: Mencapai 984.959 ton (26,62% dari target 3,7 juta ton).
- Beras: Mengalami surplus sebesar 702.409 ton per Maret 2026.
”Kondisi surplus juga terjadi pada daging dan telur. Fokus kami berikutnya adalah memastikan distribusi merata agar harga di pasar tetap stabil,” ujar Frans di kantornya, Senin (6/4/2026).
Strategi “Nyata” dari Hulu ke Hilir
Untuk memastikan target 2026 tercapai, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen telah menyiapkan serangkaian intervensi lapangan yang masif:
1. Bantuan Sarana Produksi & Benih
Pemerintah mengalokasikan bantuan benih untuk puluhan ribu hektare lahan, mencakup padi (47.200 ha), jagung (3.200 ha), kedelai (3.000 ha), hingga komoditas perkebunan seperti tebu dan kopi.
2. Modernisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan)
Ratusan unit mesin dikerahkan untuk mempercepat proses tani, di antaranya:
- 100 unit rice transplanter dan 100 unit pompa air.
- 86 unit traktor crawler dan 30 unit traktor roda empat.
- 10 unit combine harvester untuk efisiensi panen.
3. Perbaikan Infrastruktur & Jaringan Irigasi
Rehabilitasi dilakukan pada 334 paket jaringan irigasi tersier dan pembangunan 75 paket irigasi perpipaan guna memastikan pasokan air lahan pertanian tetap terjaga.
Perlindungan Petani dan Inovasi “Petarung Sejati”
Tak hanya soal mesin dan benih, kesejahteraan petani juga menjadi prioritas. Pemprov Jateng memberikan perlindungan melalui:
- Asuransi Pertanian: Mencakup 10.449 ha lahan padi dan 10.000 ha lahan tembakau.
- Permodalan: Subsidi suku bunga bagi 800 paket pembiayaan petani.
Inovasi unik juga muncul melalui konsep kemitraan “Petarung Sejati”. Program ini melibatkan pelaku usaha dan petani untuk menjaga ketersediaan stok di masa sulit (off season). Salah satu komitmennya adalah penyediaan 450 ton cabai rawit merah untuk mencegah lonjakan harga.
Menghadapi Tantangan Alih Fungsi Lahan
Jawa Tengah tidak menutup mata terhadap tantangan besar, yakni penurunan luas baku sawah sebesar 17.114 hektare pada tahun 2025 yang berpotensi menghilangkan produksi hingga 191 ribu ton.
Menyikapi hal ini, Frans menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, kabupaten/kota, Bank Indonesia, hingga aparat keamanan.
”Kolaborasi adalah kunci. Kami optimis Jawa Tengah mampu menjadi lumbung pangan nasional sekaligus menjaga kesejahteraan para petani kita,” pungkasnya.

Komentar