BERITASEMARANG.ID – Provinsi Jawa Tengah resmi memulai masa panen raya padi serentak di 35 kabupaten/kota untuk periode Januari-Maret 2026. Dengan optimisme tinggi, produksi gabah pada awal tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung seremoni panen raya di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, pada Jumat pekan kemarin. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa arah kebijakan Jawa Tengah tahun ini adalah mencapai swasembada pangan.
Produksi Meningkat 14 Persen
Berdasarkan penghitungan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS Jawa Tengah, produksi padi pada periode tiga bulan pertama tahun 2026 diprediksi mencapai 3,35 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 413.698 ton atau sekitar 14% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
”Tahun 2025 kemarin kita bisa berkontribusi 15% untuk nasional, tahun 2026 harus lebih meningkat,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela kegiatan panen yang juga dihadiri Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, dan Kepala Bulog Jateng, Sri Muniati.
”Sistem Sepur”: Inovasi Panen-Tanam Kilat
Salah satu sorotan dalam panen raya kali ini adalah diperkenalkannya mekanisasi modern yang disebut “Sistem Sepur”. Sistem ini mengintegrasikan proses panen, pengolahan lahan, hingga penanaman kembali dalam satu rangkaian waktu yang berurutan layaknya gerbong kereta.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan kecanggihan sistem ini:
-
- Garis Depan: Mesin combine harvester memanen padi.
- Garis Tengah: Berjarak 2-3 meter di belakangnya, mesin pengolah sawah langsung bekerja diikuti drone yang menyiram dekomposer jerami.
- Garis Belakang: Mesin rice transplanter langsung menanam bibit baru.
”Sistem ini mempersingkat waktu hingga 90% dibanding manual. Lahan seluas 2 hektare yang biasanya butuh 10 hari jika dikerjakan manual, kini bisa selesai hanya dalam satu hari,” jelas Defransisco.
Target Ambisius 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan target besar untuk sepanjang tahun 2026:
-
-
- Target Luas Tanam: 2,38 juta hektare (realisasi hingga 18 Februari mencapai 216.098 hektare).
- Target Produksi Tahunan: 10,55 juta ton GKG (naik 12,22% dari realisasi 2025 sebesar 9,4 juta ton).
-
Untuk mencapai angka tersebut, Gubernur Luthfi menginstruksikan penguatan konektivitas antara pemerintah provinsi dengan 35 kabupaten/kota, terutama dalam hal pemeliharaan lahan, mekanisasi alat, serta pendampingan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari hulu ke hilir.

Komentar