BERITASEMARANG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan dinamika sektor pariwisata pada pembukaan tahun 2026. Dalam rilis resmi yang disampaikan secara daring pada Senin (2/3/2026), Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., memaparkan adanya tren pertumbuhan pada wisatawan mancanegara (wisman) di tengah penurunan aktivitas wisatawan nusantara (wisnus).
Wisman Tumbuh Signifikan
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah melalui pintu masuk utama pada Januari 2026 menunjukkan tren positif. Tercatat sebanyak 5,46 ribu kunjungan, angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode Januari 2025 yang tercatat sebesar 5,16 ribu kunjungan. Hal ini mengindikasikan daya tarik Jawa Tengah bagi turis asing tetap terjaga di awal tahun.
Pergerakan Wisatawan Nusantara Melandai
Berbanding terbalik dengan wisman, pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus) justru mengalami penurunan.
-. Asal Jawa Tengah: Jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Jawa Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar 11,5 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 16,5 juta perjalanan (turun 5 juta perjalanan).
-. Tujuan Jawa Tengah: Secara year-on-year, jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan Jawa Tengah juga terkoreksi dibandingkan Januari 2025.
Pergerakan wisnus di Jawa Tengah masih didominasi oleh pelaku perjalanan dari dalam Pulau Jawa, dengan kontribusi terbesar berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta.
Destinasi Favorit di Jawa Tengah
Berdasarkan data kabupaten/kota, Kota Semarang masih memegang posisi puncak sebagai daerah tujuan utama dengan total 1,6 juta perjalanan pada Januari 2026. Namun, terdapat pergeseran peringkat pada daerah lainnya:
1. Kota Semarang (Peringkat 1)
2. Kabupaten Sukoharjo (Naik ke Peringkat 2)
3. Kabupaten Karanganyar
4. Kabupaten Semarang
5. Kabupaten Banyumas (Turun ke Peringkat 5)
6. Kota Surakarta
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel
Sektor perhotelan turut merasakan dampak penurunan aktivitas wisata di awal tahun:
-. TPK Hotel Bintang: Tercatat sebesar 31,70%, mengalami penurunan baik secara bulanan (month-to-month) maupun tahunan (year-on-year).
-. Rata-rata Lama Menginap (RLM): Untuk hotel bintang tercatat sebesar 1,36 malam, relatif stabil dengan sedikit kenaikan tipis sekitar 0,01 poin secara bulanan.
-. Hotel Non-Bintang: Mencatat TPK sebesar 11,76%, juga mengalami tren penurunan.
Di sektor transportasi, terdapat anomali menarik pada statistik penumpang internasional. Meskipun jumlah penumpang secara keseluruhan fluktuatif, data menunjukkan:
-. Keberangkatan Internasional: Mengalami kenaikan signifikan sebesar 431,21% secara tahunan.
-. Kedatangan Internasional: Tercatat sebanyak 3.751 penumpang, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 20,16%.
Dr. Ali Said menutup laporannya dengan catatan bahwa penurunan di beberapa sektor pariwisata pada Januari merupakan pola musiman setelah masa libur akhir tahun (Low Season), namun pertumbuhan wisman dan mobilitas internasional menjadi sinyal positif bagi industri aviasi dan pariwisata Jawa Tengah ke depan.

Komentar