Pendidikan

Kolaborasi UNDIP-UNAND Kawal Gizi Balita Pasca Banjir

BERITASEMARANG.ID – Bencana banjir yang melanda Sumatera Barat meninggalkan tantangan berat, terutama bagi kelompok rentan seperti balita. Menjawab kondisi tersebut, Tim Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) bergerak cepat menggandeng Universitas Andalas (UNAND) dalam misi kemanusiaan: Program PMBA (Pemberian Makan Balita) 15 Hari.

​Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini menyasar dua titik krusial, yakni Kelurahan Lambung Bukit (Kecamatan Pauh) dan Kabupaten Agam. Dipimpin oleh Binar Panunggal, S.Gz., M.P.H., tim pakar gizi ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi “pasang badan” memastikan setiap suap makanan menjadi energi pemulihan bagi anak-anak terdampak.

​Bukan sekadar distribusi, tim melakukan pendekatan personal. Di posko pengungsian, para akademisi ini ikut duduk melantai, makan bersama para balita dan orang tua.

​”Kami ingin memastikan bantuan ini tidak hanya sampai ke tangan, tapi benar-benar masuk ke tubuh mereka. Melalui makan bersama, kami bisa melihat langsung respon anak-anak terhadap menu yang disajikan,” ujar perwakilan tim.

​Di Lambung Bukit, sebanyak 75 balita mendapatkan asupan intensif berupa dua kali makan utama dan satu kali camilan bergizi setiap harinya. Sementara di Kabupaten Agam, distribusi menyentuh 75 paket di Puskesmas Koto Alam dan 50 paket di Salareh Aia, yang mencakup kebutuhan balita hingga ibu hamil.

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

​Salah satu terobosan dalam aksi ini adalah sosialisasi produk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) inovatif berupa Bubur Bayi Instan berteknologi Freeze-Dried.

​Bekerja sama dengan PT Inasentra Unisatya, bubur ini dirancang khusus dengan formulasi ubi jalar putih, bayam, brokoli, jamur tiram, hingga isolat protein dan Vitamin D. Inovasi ini menjadi solusi praktis namun padat gizi untuk menunjang daya tahan tubuh anak di tengah keterbatasan situasi darurat.

​Setelah pendampingan intensif selama 15 hari, tim melakukan evaluasi melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan Berat Badan (BB). Hasilnya menggembirakan:

  • Status Gizi Stabil: Rata-rata LiLA dan berat badan balita tidak mengalami penurunan meski dalam kondisi pascabencana.
  • Tren Peningkatan: Beberapa balita menunjukkan kenaikan berat badan signifikan.
  • Edukasi Kader: Para kader kesehatan setempat kini lebih terampil dalam mengolah bahan pangan higienis dan mengatur porsi nutrisi yang tepat.

​Keberhasilan ini merupakan buah kerja keras tim yang terdiri dari para ahli seperti Dr. Etika Ratna Noer, Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, Dr. Nuryanto, serta dukungan mahasiswa. Kolaborasi UNDIP dan UNAND ini membuktikan bahwa sekat geografis bukan penghalang untuk menjaga masa depan generasi bangsa di tengah balutan duka bencana.

​Melalui keberhasilan program ini, diharapkan pola pendampingan gizi serupa dapat menjadi standar dalam penanganan darurat bencana di masa depan, demi memastikan tidak ada balita yang kehilangan hak gizinya saat alam sedang tidak bersahabat.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement