Kesehatan Pendidikan

Lawan Isu Bullying dan Trauma, Nawal Yasin Gandeng Psikologi Undip Perkuat Mental Anak Sejak Dini

BERITASEMARANG.ID – Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, layanan Posyandu dan PAUD di Jawa Tengah kini tidak lagi hanya fokus pada kesehatan fisik. Ketua TP Posyandu sekaligus Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, secara resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke tengah masyarakat.

​Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya isu kesehatan mental, kasus kekerasan, hingga tantangan pengasuhan anak di era digital.

​Dalam audiensi yang berlangsung di Kampus Undip Tembalang, Jumat (23/1), Nawal Yasin menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam menyukseskan program pembangunan manusia di Jawa Tengah.

Fokus utama kolaborasi ini adalah memperkuat peran kader Posyandu dan guru PAUD agar memiliki kemampuan dasar dalam menangani isu psikologis.

​”Hari ini kita melakukan penjajakan kerja sama untuk mengembangkan program di Bunda PAUD dan Posyandu. Kami sangat membutuhkan pembuatan modul dan peningkatan kapasitas agar layanan kesehatan mental benar-benar hadir di lapangan,” ungkap Nawal.

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

​Transformasi Layanan di Posyandu dan PAUD

​Kerja sama ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek krusial. Di level Posyandu, kolaborasi akan difokuskan pada penguatan kapasitas kader untuk melakukan penyuluhan, rehabilitasi trauma pascabencana, hingga layanan konseling bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

​Sementara di tingkat PAUD, fokus utama beralih pada edukasi guru dan orang tua. Para pakar dari Undip akan memberikan dukungan dalam memahami tumbuh kembang anak, pola asuh yang sehat, serta memberikan pemulihan psikologis khusus bagi anak-anak yang menjadi korban bullying atau kekerasan.

​Nawal menyebut bahwa inovasi ini sejalan dengan transformasi Posyandu yang kini mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang tidak hanya mengurusi kesehatan, tapi juga pendidikan dan perlindungan sosial.

​Dukungan Penuh dari Undip

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

​Menanggapi inisiatif tersebut, Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof. Dian Ratna Sawitri, menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan sumber daya manusia profesional. Undip berkomitmen mendukung penuh melalui pakar-pakar di bidang psikologi keluarga, perkembangan anak, dan pendidikan.

​”Kami sangat menyambut baik kehadiran Bu Nawal. Ke depan, kami siap membantu dalam pengelolaan siswa berkebutuhan khusus, pendampingan di day care, hingga pemulihan mental di daerah bencana,” tutur Prof. Dian.

​Rencananya, diskusi lanjutan akan segera digelar untuk merumuskan langkah konkret yang akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Psikologi Undip.

 

Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’ Pemprov Jateng Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Kades Kediri Beri Apresiasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement