BERITASEMARANG.ID – Ancaman stunting seringkali mengintai di balik puing-puing bencana alam. Ketika akses pangan segar dan air bersih terputus—seperti pada musibah banjir di Sumatra Barat beberapa waktu lalu—bayi di atas usia 6 bulan menjadi kelompok paling rentan. Menjawab tantangan ini, tim pakar dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan Nutri Sun D3.
Nutri Sun D3 bukan sekadar MPASI biasa. Produk ini merupakan hasil riset mendalam dari Gemala Anjani, PhD, bersama Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, dan Ahmad Syauqy, PhD, yang dirancang khusus sebagai intervensi gizi darurat sekaligus senjata pencegah stunting kronis.
Salah satu keunggulan utama Nutri Sun D3 terletak pada proses produksinya yang menggunakan teknologi freeze drying (pengeringan beku). Teknologi ini memungkinkan produk memiliki umur simpan yang panjang namun tetap mempertahankan kualitas gizi, rasa, dan struktur bahan asli layaknya pangan segar.
”Dalam kondisi darurat, fasilitas dapur umum sangat terbatas. Nutri Sun D3 hadir sebagai solusi praktis yang ringan untuk distribusi logistik ke daerah terisolasi, namun tetap padat nutrisi,” ungkap tim pengembang dalam keterangannya.
Nutri Sun D3 diformulasikan dengan bahan-bahan lokal pilihan yang bersifat hipoalergenik dan kaya mikronutrien:
-. Isolat Protein Kedelai: Sumber protein yang mudah dicerna dan aman bagi bayi.
-. Ubi & Sayuran Hijau: Kombinasi ubi sebagai energi kompleks serta brokoli dan bayam yang kaya zat besi serta kalsium.
-. Minyak Kedelai: Menyediakan asam lemak esensial untuk perkembangan otak.
-. Fortifikasi Vitamin D3: Berperan vital dalam meningkatkan kadar 25(OH)D untuk mencegah defisiensi gizi dan mendukung fungsi kognitif.
Kehadiran Nutri Sun D3 diharapkan dapat memutus rantai stunting pasca-bencana. Dengan karakteristik produk yang rendah kadar air, logistik pendistribusian ke wilayah sulit dijangkau kendaraan berat—seperti pelosok Sumatra Barat—menjadi jauh lebih efektif.
Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi pangan lokal mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas generasi mendatang, bahkan di situasi krisis sekalipun.

Komentar