Hiburan

Libur Akhir Tahun Tanpa PR : Wali Kota Semarang Ajak Orang Tua Jadi ‘Garda Terdepan’ Keselamatan Anak

BERITASEMARANG.ID  – Menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, membawa kabar gembira sekaligus pesan penting bagi para orang tua. Pemerintah Kota Semarang resmi melarang sekolah memberikan beban pekerjaan rumah (PR) yang memberatkan siswa selama masa liburan.

​Kebijakan ini diambil agar momen liburan benar-benar menjadi ruang bagi anak untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, dan memperkuat karakter tanpa bayang-bayang tuntutan akademik.

​Liburan Tanpa Beban, Fokus pada Kreativitas

​Melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Semarang Nomor B/28169/400.3/XII/2025, Agustina menegaskan bahwa aktivitas siswa selama libur harus bersifat ringan dan menyenangkan.

​”Kami pastikan sekolah tidak membebani murid dengan PR atau proyek yang berlebihan. Kalaupun ada aktivitas, sifatnya harus sederhana, bisa dilakukan bersama keluarga, dan tidak menimbulkan beban finansial,” tegas Agustina.

​Sebagai gantinya, wali kota mendorong orang tua untuk mengajak anak-anak mengeksplorasi minat mereka melalui:

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

  • Literasi Seru: Membaca buku bersama atau bercerita.
  • Aktivitas Fisik: Olahraga ringan atau permainan logika.
  • Eksplorasi Budaya: Mengenal seni dan tradisi lokal sesuai minat anak.

​Waspada Cuaca Ekstrem dan Keramaian

​Bukan hanya soal akademik, perhatian utama wali kota tertuju pada keselamatan anak di tengah cuaca ekstrem. Mengingat libur Nataru bertepatan dengan puncak musim hujan, Agustina memberikan alarm khusus bagi para orang tua.

  1. Edukasi Siaga Bencana: Orang tua diminta mengenalkan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada anak, seperti jalur evakuasi dan nomor darurat.
  2. Pengawasan di Ruang Publik: Di tengah keramaian perayaan, orang tua diimbau lebih ketat menjaga anak agar tidak terpisah di kerumunan.
  3. Bijak Berinternet: Mengingat waktu luang yang lebih banyak, pengawasan terhadap penggunaan gawai (gadget) menjadi poin krusial agar anak tetap aman di dunia maya.

​Kolaborasi Demi Keamanan Kota

​Pemkot Semarang tidak bekerja sendiri. Dinas Pendidikan telah diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan perangkat daerah dan tokoh masyarakat guna menjaga aset sekolah serta menyediakan kanal pelaporan darurat.

​”Libur akhir tahun adalah momen emas untuk membangun komunikasi positif antara orang tua dan anak. Mari kita jadikan liburan ini aman, sehat, dan bermakna untuk pertumbuhan karakter anak-anak kita,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement