BERITASEMARANG.ID – Tren positif tercatat pada sektor pariwisata Jawa Tengah menutup tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan adanya lonjakan signifikan pada pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus) selama periode Desember 2025, yang didorong oleh momen libur Natal, Tahun Baru (Nataru), serta libur sekolah.
Statistisi Ahli Madya BPS Jateng, Wisnu Nurdiyanto, S.ST, M.T, menyampaikan bahwa jumlah perjalanan wisnus yang masuk ke Jawa Tengah mencapai 12,33 juta perjalanan, naik sebesar 9,99% dibandingkan bulan sebelumnya.
”Secara month-to-month, perjalanan wisnus memang mengalami kenaikan karena bertepatan dengan momen liburan. Kota Semarang tetap menjadi magnet utama baik sebagai daerah asal maupun tujuan wisata terbesar di Jawa Tengah,” ujar Wisnu dalam rilis resminya.
Dominasi Wisatawan Lokal dan Destinasi Unggulan
Selain Kota Semarang yang mencatatkan 1,17 juta kunjungan, beberapa wilayah lain turut menjadi destinasi favorit, di antaranya:
- Kabupaten Banyumas (naik ke peringkat kedua tujuan terbesar).
- Kabupaten Karanganyar.
- Kota Surakarta.
- Kabupaten Semarang dan Magelang.
Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah berasal dari provinsi tetangga, yakni Jawa Barat (1,05 juta perjalanan), disusul oleh DI Yogyakarta dan Jawa Timur.
Kunjungan Wisman Menurun di Akhir Tahun
Berbeda dengan wisatawan domestik, kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui pintu masuk udara di Jawa Tengah justru mengalami penurunan sebesar 47,86% pada Desember 2025 jika dibanding November. Total kunjungan tercatat sebanyak 1.631 orang, yang didominasi oleh warga negara Malaysia, China, Singapura, India, Amerika Serikat, dan Filipina.
Meski demikian, secara akumulatif sepanjang Januari-Desember 2025, tren wisman masih menunjukkan pertumbuhan luar biasa sebesar 413,76% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Sektor Transportasi: Rute Baru dan Umrah Jadi Pemicu
Kenaikan mobilitas masyarakat juga terlihat pada sektor transportasi udara. Keberangkatan penumpang domestik naik 17,44% dan kedatangan naik 21,45%.
Wisnu menjelaskan bahwa pembukaan rute penerbangan baru menjadi salah satu faktor kunci. “Ada rute baru di Bandara Adi Sumarmo tujuan Bandung dan Surabaya, serta rute internasional baru Ahmad Yani Semarang menuju Singapura. Selain itu, peningkatan penumpang internasional juga dipicu oleh tingginya arus jamaah umrah,” tambahnya.
Okupansi Hotel Meningkat
Sejalan dengan ramainya wisatawan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Jawa Tengah juga terkerek naik. TPK hotel bintang mencapai 52,47%, naik 5 poin dibanding bulan sebelumnya. Sementara hotel non-bintang mencatatkan okupansi sebesar 26,3%. Namun, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang sedikit menurun menjadi 1,32 malam.
Transportasi Laut dan Logistik
Di sektor laut, jumlah penumpang domestik melonjak drastis hingga 50,38% untuk kedatangan, yang salah satunya dipicu oleh stimulus pemerintah berupa diskon tiket kapal Pelni. Adapun untuk kunjungan kapal pesiar (cruise), sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 24 kapal telah bersandar di pelabuhan Jawa Tengah, jumlah yang sama dengan capaian tahun sebelumnya.

Komentar