Ekonomi

Lonjakan Penumpang di Bandara Ahmad Yani Lampaui Prediksi, Puncaknya Tembus 10 Ribu Orang

BERITASEMARANG.ID – Arus mudik melalui jalur udara di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Memasuki hari ketiga operasional Posko Lebaran 2026, jumlah penumpang harian tercatat melampaui prediksi awal.

​General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa realisasi pergerakan penumpang pada akhir pekan lalu berada di atas target yang ditetapkan.

​”Prediksi awal kita di angka 7.000 penumpang, namun pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3) kemarin, jumlahnya mencapai 10.200 lebih penumpang. Ini kenaikan yang sangat signifikan,” ujar Sulistyo dalam keterangannya di Semarang, Senin (16/3/2026).

​Tak hanya jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan drastis. Sulistyo menyebutkan, total pergerakan pesawat yang direncanakan selama masa angkutan Lebaran tahun ini mencapai 252 pergerakan.

​”Jika dibandingkan dengan periode posko yang sama di tahun 2025 sebanyak 153 pergerakan, maka tahun ini ada kenaikan sekitar 31%. Pada hari Minggu kemarin saja, kita mencatat ada 86 flight,” jelasnya.

Lurah Tlogosari Kulon Ajak Warga RW 27 Perkuat Silaturahmi: “Rezeki Lapang Berawal dari Hubungan yang Baik”

​Menurutnya, faktor pendorong utama kenaikan ini adalah tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara, serta kebijakan pemerintah yang mendukung mobilitas warga. Ia mencontohkan adanya pemudik dari Batam tujuan Solo yang lebih memilih mendarat di Semarang karena efisiensi waktu dan rute.

​Meski volume penumpang meningkat, pihak bandara memastikan operasional tetap berjalan lancar. Terkait kendala di lapangan, Sulistyo menggarisbawahi faktor cuaca di Semarang yang kerap berubah secara dinamis.

​”Karakteristik cuaca di Semarang memang berubah-ubah, seperti Sabtu kemarin yang tiba-tiba hujan deras di sore hari. Namun, prioritas utama kami tetap keamanan penerbangan,” tegasnya.

​Mengenai ketepatan waktu (on-time performance), ia mengakui masih terdapat beberapa keterlambatan (delay), namun dalam durasi yang masih terkendali. “Ada delay tapi tidak signifikan, hanya berkisar antara 15 hingga 30 menit saja,” tambahnya.

​Pihak otoritas bandara memprediksi puncak arus mudik gelombang pertama akan terjadi di sekitar tanggal 18-19 Maret, dengan perkiraan angka penumpang yang tetap stabil di atas 10.000 orang per hari.

Pererat Silaturahmi, Warga RW 27 Tlogosari Kulon Gelar Halal Bihalal di Kampung Kecil Pedurungan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement