Semarang

Mandiri Secara Fiskal, Pemkot Semarang Sulap Pajak Rp2,64 Triliun Jadi Layanan Kesehatan & Sekolah Gratis

BERITASEMARANG.ID  – Di tengah bayang-bayang pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang dialami banyak daerah, Kota Semarang justru menunjukkan taringnya. Melalui gelaran bertajuk “Semarang Bercerita” di POJ City, Selasa (23/12), Pemerintah Kota Semarang merayakan pencapaian besar: realisasi pajak daerah yang menembus angka Rp2,64 Triliun.

​Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata kemandirian finansial ibu kota Jawa Tengah tersebut. Dengan capaian sebesar 85,44% dari target, Semarang kini mampu berdiri tegak membiayai pembangunannya sendiri.

​Pajak Kembali ke Kantong Rakyat

​Agustina memastikan bahwa setiap rupiah yang disetorkan warga tidak akan menguap sia-sia. Fokus utama pengembalian pajak ini menyasar dua sektor vital: Kesehatan dan Pendidikan.

 

    • Jaminan Kesehatan (UHC): Sebanyak 280.000 warga Semarang kini terproteksi layanan Universal Health Coverage (UHC). Warga yang tidak memiliki asuransi atau menunggak BPJS tetap bisa berobat gratis di Puskesmas maupun Rumah Sakit hanya dengan KTP.
    • Pendidikan & Transportasi: Selain menambah kuota sekolah gratis, Pemkot melakukan terobosan transportasi. Pada 2026, bus listrik akan mulai mengaspal. Menariknya, para guru bergaji rendah dan pekerja rentan cukup membayar Rp1.000 untuk naik BRT.

​”Semarang adalah rumah kita bersama. Membayar pajak adalah cara paling konkret untuk merawat, memperbaiki, dan menguatkan rumah ini,” ujar Agustina di hadapan para wajib pajak.

Ekspansi ke Sportainment, Sun Motor Group Resmikan Zing Padel Semarang: Standar Internasional dan Ramah Komunitas

​Menatap 2026: Ledakan Wisata Internasional

​Tak hanya soal subsidi, Pemkot Semarang juga mulai tancap gas di sektor ekonomi kreatif. Bersamaan dengan acara tersebut, diluncurkan pula Calendar of Event 2026.

​Langkah ini diambil menyusul rencana pembukaan kembali berbagai rute penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani. Dengan bertambahnya akses masuk wisatawan mancanegara, Pemkot berkomitmen memperbanyak agenda festival dan hiburan untuk memutar roda ekonomi lokal.

​Pesan Kolaborasi

​Wali Kota mengajak para pengusaha dan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton. Ia berharap pihak swasta aktif mengisi agenda kota agar Semarang semakin hidup sebagai destinasi wisata unggulan.

​Acara “Semarang Bercerita” ini pun ditutup dengan apresiasi tinggi kepada para wajib pajak yang menjadi pahlawan di balik layar kemajuan pembangunan Kota Atlas selama setahun terakhir.

Perkuat Sinergi, Kemahasiswaan USM Gelar Dialog Bareng Ormawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement