BERITASEMARANG.ID – Sebanyak 281 mahasiswa terpilih resmi menyandang status sebagai Relawan Pajak Untuk Negeri (Renjani) setelah dikukuhkan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I, Selasa (13/1). Bertempat di Aula Gedung Keuangan Negara II Semarang, para relawan ini siap menjadi “jembatan” bagi masyarakat dalam melaporkan SPT Tahunan.
Para mahasiswa ini bukan sekadar relawan biasa; mereka adalah individu yang telah lolos seleksi ketat dan dipersiapkan untuk terjun langsung melayani Wajib Pajak di berbagai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wilayah Semarang Raya.
Misi Utama: Mengawal Transisi ke Aplikasi Coretax
Tahun 2026 menjadi momentum krusial. Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Nurbaeti Munawaroh, menekankan bahwa tugas Renjani tahun ini memiliki tantangan spesial, yaitu mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan aplikasi Coretax.
”Pajak adalah penopang utama APBN kita, menyumbang lebih dari 70% penerimaan negara. Peran Renjani sangat vital untuk membantu meningkatkan kepatuhan formal melalui asistensi pengisian SPT di aplikasi Coretax,” ujar Nurbaeti saat menyematkan selempang secara simbolis.
Bekal Matang Sebelum Terjun ke Lapangan
Agar pelayanan maksimal, para relawan tidak langsung dilepas begitu saja. Mereka telah dibekali dengan:
Bimbingan Teknis: Pendalaman materi cara penyampaian SPT Tahunan melalui sistem terbaru.
Kode Etik: Penekanan pada integritas dan Code of Conduct selama bertugas di kantor pajak.
Wawasan APBN: Pemahaman mengenai ke mana uang pajak mengalir, seperti untuk subsidi dan fasilitas umum.
Kompetisi Sehat & Penghargaan Tertinggi
Menariknya, program Renjani tahun ini menerapkan sistem ranking kinerja. Para relawan akan dinilai berdasarkan jumlah Wajib Pajak yang berhasil mereka bantu. Peringkat ini nantinya akan menentukan jenis sertifikat penghargaan yang akan diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Pajak.
Membangun Generasi Sadar Pajak
Program rutin tahunan ini bukan hanya soal angka pelaporan SPT, tetapi juga tentang investasi jangka panjang. Dengan keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses bisnis perpajakan, diharapkan muncul benih-benih kesadaran pajak sejak dini.
”Kami ingin generasi muda mengenal pajak bukan sebagai beban, tapi sebagai kontribusi nyata bagi negara,” tutup Hutomo Budi, Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jateng I.

Komentar