BERITASEMARANG.ID – PT Pos Indonesia (Persero) Regional 4 Jawa Tengah dan DIY memperkuat kolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) guna memastikan efektivitas penyaluran bantuan pemerintah. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyaluran BLTS Kesra 2025 serta persiapan Bantuan Sosial (Bansos) Daerah Tahun 2026 yang digelar di Solo, Jumat (6/2).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinsos se-Solo Raya, serta Kepala Kantor Pos KCU Solo. Pertemuan ini menjadi krusial untuk memetakan strategi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan efisien di masa mendatang.
Dalam laporannya, Vice President Digital Giro dan Payment Solution PT Pos Indonesia, Triyanta, mengungkapkan bahwa kinerja penyaluran BLTS Kesra di wilayah Solo Raya mencatatkan angka yang sangat positif.
”Secara nasional, realisasi penyaluran mencapai 90,67 persen. Namun, untuk wilayah Solo Raya, kita berhasil mencapai 93,5 persen. Angka ini berada di atas rata-rata kinerja nasional maupun regional Jawa Tengah-DIY yang sebesar 92,46 persen,” papar Triyanta.
Executive Vice President Kantor Regional 4 Jateng-DIY, Agus Aribowo, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Dinsos. Ia menegaskan bahwa PT Pos Indonesia berkomitmen penuh menjalankan penugasan negara meski dihadapkan pada tenggat waktu yang ketat.
”Evaluasi ini adalah momentum perbaikan. Kami terus bertransformasi dengan lima portofolio bisnis, termasuk layanan logistik dan finansial digital melalui aplikasi Pos Aja dan Pospay untuk mendukung program pemerintah,” ujar Agus.
Penyaluran bansos melalui Kantor Pos dinilai unggul karena fleksibilitasnya. Selain melalui kantor pos dan komunitas (desa/kelurahan), PT Pos konsisten menerapkan metode door-to-door bagi penerima manfaat yang lansia, sakit, atau disabilitas.
Terdapat tujuh keunggulan utama yang ditawarkan PT Pos, di antaranya:
- Transparansi: Laporan real-time melalui dashboard reporting.
- Akurasi: Sistem digital berbasis geo-tagging dan face recognition untuk mencegah salah sasaran.
- Integritas: Jaminan bantuan diterima utuh tanpa potongan apa pun.
- Dampak Ekonomi: Dana diterima tunai sehingga langsung menggerakkan ekonomi lokal.
Senada dengan pihak PT Pos, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Didik Prawata SE, mengapresiasi kerja keras insan pos di lapangan. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut pada tahun 2026 untuk memastikan bantuan sosial tetap hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
”Kami berharap sinergitas ini memastikan bantuan tetap tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Keunggulan teknologi yang dimiliki Kantor Pos sangat membantu kami dalam pengawasan,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan penyusunan peta strategi awal untuk penyaluran bantuan sosial tahun 2026, baik yang bersumber dari Kemensos maupun bantuan daerah di wilayah Jawa Tengah.

Komentar