BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani dampak bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah RT 5 RW 3 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan bahwa proses renovasi rumah warga yang rusak akan segera dieksekusi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Agustina saat meninjau lokasi terdampak pada Rabu (8/4). Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 65 rumah warga mengalami kerusakan, dengan 29 unit di antaranya masuk kategori rusak berat akibat bencana yang terjadi pada Senin (30/3) lalu.
Percepatan Survei dan Bantuan Logistik
Agustina menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk segera melakukan verifikasi lapangan agar bantuan perbaikan fisik rumah dapat segera cair.
”Yang harus direnovasi akan masuk dalam daftarnya Disperkim untuk RTLH. Mudah-mudahan tim surveinya itu tidak lama karena ini memang sebuah kebutuhan mendesak,” ujar Agustina.
Selain rencana renovasi jangka panjang, Pemkot Semarang melalui BPBD dan instansi terkait juga telah menyalurkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan harian warga, antara lain:
- Logistik: Paket sembako dan tempat tidur sementara.
- Darurat: Terpal untuk penutup atap sementara.
- Finansial: Bantuan uang tunai untuk kebutuhan mendesak.
Apresiasi Semangat “Guyub Rukun” Warga
Di sela-sela tinjauannya, Wali Kota perempuan tersebut mengaku terkesan dengan respons cepat warga Gedawang. Menurutnya, kearifan lokal berupa gotong-royong menjadi kunci utama penanganan awal bencana berjalan efektif sebelum bantuan pemerintah tiba secara menyeluruh.
”Saya berterima kasih kepada warga masyarakat karena gercep (gerak cepat). Sore saat kejadian saya dapat kabar, warga sudah langsung bergotong-royong. Kerja sama antara warga, BPBD, dan Disperkim sangat luar biasa dalam memetakan bantuan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas kerja bakti massal masih terus berlangsung. Warga bersama petugas bahu-membahu memperbaiki atap rumah yang terbang tersapu angin kencang.
”Kepada keluarga yang tertimpa bencana, kami sampaikan keprihatinan yang mendalam. Pemerintah akan terus mendampingi hingga kondisi kembali normal,” pungkas Agustina.

Komentar