Semarang

Pemkot Semarang Resmikan Jalan KH Sholeh Darat

BERITASEMARANG.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang secara resmi memberikan penghargaan kepada ulama kharismatik, KH Sholeh Darat, sebagai Tokoh Moderasi dalam sebuah seremoni khidmat pada Kamis (12/2). Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar mengusulkan sang ulama menjadi Pahlawan Nasional.

​Sebagai bentuk penghormatan nyata, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyerahkan Surat Keputusan (SK) perubahan nama Jalan Kyai Saleh menjadi Jalan KH Sholeh Darat.

​Jalan Sebagai Ruang Ingatan

​Dalam sambutannya, Wali Kota Agustina menekankan bahwa perubahan nama jalan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya merawat memori kolektif warga.

​”Jalan bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi ruang ingatan. Setiap orang yang melintas diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang mengajarkan dakwah dengan kebijaksanaan dan semangat moderasi,” ujar Agustina.

​Poin Penting dalam Seremoni Penghargaan:

  • Perubahan Nama Jalan: Transformasi Jalan Kyai Saleh menjadi Jalan KH Sholeh Darat.
  • Penghargaan Tokoh Moderasi: Penyerahan piagam kepada dzurriyah (ahli waris) sebagai simbol apresiasi atas kontribusi intelektual beliau.
  • Validasi Sejarah: Penandatanganan pernyataan ahli waris dan pengesahan foto resmi KH Sholeh Darat untuk melengkapi dokumen pengusulan Pahlawan Nasional.
  • Digitalisasi Literasi: Penyerahan karya monumental Tafsir Faidhurrahman kepada Pemkot untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah diakses generasi muda.

​Menghidupkan Warisan Intelektual

​KH Sholeh Darat dikenal sebagai guru dari tokoh-tokoh besar Nusantara, termasuk pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Pemkot Semarang berkomitmen bahwa pembangunan kota tidak hanya soal fisik, tapi juga pembangunan karakter berbasis sejarah.

Tim Peneliti USM Ciptakan Aplikasi BRIGHT, Raih Hibah Bergengsi BRIN-LPDP

​”Mengangkat kembali sosok KH Sholeh Darat berarti kita sedang menanamkan identitas dan kebanggaan sejarah kepada masyarakat,” tambah Agustina.

​Dengan langkah ini, Pemkot Semarang berharap nilai-nilai kerendahan hati dan komitmen kebangsaan yang diajarkan KH Sholeh Darat dapat menjadi fondasi moral bagi warga Semarang dalam membangun kota yang religius dan berkemajuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement