Ekonomi

Perkuat Ketahanan Energi Jatim, BPH Migas Dorong Percepatan Roadmap FSRU

BERITASEMARANG.ID  – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi mendorong Pemerintah untuk segera menyusun roadmap pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil guna menjamin keandalan pasokan gas bumi di tengah tren peningkatan konsumsi sektor industri, kelistrikan, hingga rumah tangga.

​Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa keberadaan FSRU atau fasilitas regasifikasi lainnya sangat krusial sebagai penopang pasokan berbasis Liquefied Natural Gas (LNG). Infrastruktur ini nantinya akan terintegrasi langsung dengan jaringan pipa transmisi yang sudah ada di wilayah Jawa Timur.

​“FSRU berperan sebagai sumber pasokan tambahan yang fleksibel untuk meningkatkan reliability penyaluran gas, khususnya di wilayah dengan kebutuhan besar seperti Jawa Timur,” ujar Wahyudi dalam kunjungan kerja di Surabaya, Jumat (30/1/2026).

​Data Konsumsi dan Urgensi Infrastruktur

​Berdasarkan data BPH Migas, penyerapan gas bumi di Jawa Timur melalui jaringan transmisi saat ini sangat signifikan, dengan rata-rata mencapai 413,88 BBTUD. Angka ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu episentrum ekonomi yang sangat bergantung pada gas bumi.

​Wahyudi menjelaskan bahwa diversifikasi sumber energi menjadi kunci utama agar sistem pasokan tidak rentan terhadap gangguan.

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  • Buffer Strategis: LNG melalui FSRU berfungsi sebagai cadangan (penyangga) saat terjadi kendala teknis pada sumur gas konvensional.
  • Kontinuitas Penyaluran: Menjamin operasional industri tetap berjalan tanpa hambatan pasokan.
  • Integrasi Pipa: Mengoptimalkan infrastruktur pipa eksisting dengan suplai LNG yang lebih stabil.

​Mendukung Transisi Energi dan Daya Saing Industri

​Selain aspek ketahanan, percepatan roadmap FSRU ini juga sejalan dengan program transisi energi nasional. Dengan distribusi gas yang lebih merata melalui integrasi pipa dan LNG, ekosistem energi di Jawa Timur diharapkan semakin solid.

​“Dengan pasokan yang terjamin, daya saing pelaku usaha di Jawa Timur akan meningkat. Ini adalah bagian dari upaya kita menciptakan pemerataan energi yang mendukung pertumbuhan ekonomi regional,” tutup Wahyudi.

​Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas juga melakukan pemantauan terhadap penyaluran gas oleh PGN pasca-pemeliharaan terencana (planned shutdown) oleh pihak pemasok, guna memastikan pemulihan aliran gas ke konsumen berjalan normal dan stabil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement