Semarang

Perkuat Tata Kelola Keuangan, Walkot Agustina Wilujeng Puji Inisiatif Lomba JAGA DESA di Semarang

BERITASEMARANG.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memberikan apresiasi tinggi kepada kelurahan yang berhasil menunjukkan tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penganugerahan pemenang Lomba Jaksa Garda Desa (JAGA DESA)/Kelurahan yang digelar di Ruang Lokakrida Balaikota, Rabu (18/2/2026).

​Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, integritas dalam pengelolaan anggaran menjadi harga mati.

​”Kelurahan merupakan ruang di mana pemerintah hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap seluruh kelurahan semakin berkomitmen menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas,” ujar Agustina.

​Pendampingan Kejaksaan Tekan Risiko Kesalahan

​Program JAGA DESA merupakan sinergi antara Kejaksaan RI dengan Kementerian Dalam Negeri. Agustina mengapresiasi langkah Kejari Kota Semarang yang melakukan pendampingan intensif kepada para Lurah agar terhindar dari jerat hukum akibat kesalahan administrasi.

​Bahkan, melihat efektivitas program ini, Wali Kota berencana menambah intensitas kegiatan di tahun mendatang.

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

​”Terima kasih kepada Pak Kajari yang menginisiasi agenda ini. Tahun depan akan ditambah slotnya menjadi dua kali di tiap semester. Dengan pendampingan ini, kemungkinan teman-teman lurah melakukan kesalahan menjadi lebih kecil,” tambahnya.

​Dorong Digitalisasi dan Edukasi

​Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya menyadari keterbatasan SDM di tingkat kelurahan. Oleh karena itu, Kejari hadir untuk memberikan bantuan personel dan bimbingan teknis.

​”Kami ingin membantu Pemkot Semarang, khususnya kelurahan, dalam hal administrasi maupun keuangan. Kadang teman-teman di kelurahan kesulitan waktu karena jumlah personel, sehingga pihak Kejaksaan membantu,” kata Andhie.

​Adapun penghargaan kali ini dibagi ke dalam tiga kategori utama:

  1. Lomba Entry Data Aplikasi JAGA DESA/Kelurahan.
  2. Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan Kelurahan.
  3. Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa/Kelurahan.

​Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek administratif, tetapi juga pada pemanfaatan sistem digital serta upaya edukasi kepada masyarakat melalui konten kreatif.

Tradisi Bodo Ketupat Dusun Juwono: Rawat Guyub lan Spiritualitas ing Tengah Geliat Kota Semarang

​Menuju Tingkat Nasional

​Proses penilaian Lomba JAGA DESA ini dilakukan secara berjenjang. Pemenang di tingkat Kota Semarang akan melaju ke seleksi tingkat provinsi oleh Kejaksaan Tinggi, hingga puncaknya bersaing di tingkat nasional untuk memperebutkan posisi tiga besar terbaik se-Indonesia.

​Melalui prestasi ini, Pemkot Semarang berharap tata kelola pemerintahan yang bersih dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat demi mewujudkan visi Semarang yang semakin hebat dan sejahtera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement