BERITASEMARANG.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah mulai tancap gas mempersiapkan operasional haji tahun 1447 H / 2026 M. Langkah awal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai instansi terkait di Hotel Candi Indah, Semarang, Selasa (7/4/2026).
Rapat ini dihadiri oleh pemangku kepentingan strategis, mulai dari Biro Kesra Pemprov Jateng, Dinas Kesehatan, pihak imigrasi, bea cukai, hingga manajemen Garuda Indonesia dan Angkasa Pura wilayah Solo.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto, menegaskan bahwa koordinasi dini sangat krusial untuk memastikan pelayanan jemaah haji di Embarkasi Solo berjalan tanpa hambatan.
”Hari ini kami mengumpulkan seluruh elemen yang terlibat dalam PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi Solo. Fokus utama kami adalah sinkronisasi data dan pemantapan alur operasional, mulai dari kesiapan asrama haji hingga teknis keberangkatan di bandara,” ujar Fitriyanto saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Poin Penting Persiapan Haji 2026
Dalam pertemuan tersebut, beberapa poin krusial yang dibahas antara lain:
-. Kesiapan Medis: Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RS Dr. Moewardi untuk skema pemeriksaan kesehatan jemaah.
-. Logistik dan Keamanan: Melibatkan Kapolres dan Dandim Boyolali guna memastikan keamanan di sekitar area Asrama Haji Donohudan.
-. Layanan Dokumen: Sinergi dengan Imigrasi dan Bea Cukai untuk mempercepat proses pemeriksaan paspor dan barang bawaan jemaah.
-. Transportasi Udara: Memastikan kesiapan armada dari Garuda Indonesia dan fasilitas bandara bersama PT Angkasa Pura Indonesia.
Fitriyanto menambahkan bahwa tantangan operasional setiap tahunnya selalu dinamis, sehingga evaluasi dari tahun sebelumnya menjadi dasar perbaikan tahun ini.
”Kami ingin jemaah haji asal Jawa Tengah mendapatkan pelayanan yang prima. Oleh karena itu, persiapan operasional di Embarkasi Solo harus benar-benar matang sebelum kloter pertama mulai masuk asrama,” pungkasnya.
Kegiatan koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan teknis yang solid antar instansi demi kelancaran ibadah haji tahun 2026.

Komentar