Ekonomi Kesehatan

RSUP Dr. Sardjito Gandeng PGN, Optimalkan Energi Bersih untuk Layanan 24 Jam

BERITASEMARANG.ID  – Efisiensi dan keberlanjutan lingkungan kini menjadi jantung operasional layanan kesehatan modern. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, memperkuat komitmennya dalam mendukung fasilitas kesehatan publik dengan mengoptimalisasi penyaluran gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

​Langkah ini bukan sekadar urusan teknis distribusi energi, melainkan bagian dari sinergi strategis bersama BPH Migas untuk memastikan rumah sakit terbesar di Yogyakarta tersebut mendapatkan pasokan energi yang aman, andal, dan ramah lingkungan selama 24 jam penuh.

​Efisiensi Signifikan di Balik Dapur dan Boiler

​Penggunaan gas bumi terbukti membawa angin segar bagi manajemen RSUP Dr. Sardjito. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito, Riat El Khair, mengungkapkan bahwa transisi ke gas bumi telah memberikan dampak nyata secara finansial dan operasional.

​”Penggunaan gas bumi menurunkan biaya energi kami hingga sekitar 30 persen dibandingkan bahan bakar sebelumnya. Selain lebih efisien, ini adalah langkah nyata kami menuju pengelolaan lingkungan yang lebih hijau,” ujar Riat.

​Saat ini, RSUP Dr. Sardjito mengonsumsi sekitar 30.000 meter kubik gas bumi per bulan. Energi ini digunakan untuk menggerakkan dua jantung operasional rumah sakit:

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

  1. Sistem Boiler/Pemanas: Vital untuk sterilisasi dan kebutuhan medis.
  2. Dapur Rumah Sakit: Mendukung penyediaan nutrisi pasien setiap hari.

​Monitoring Langsung: Memastikan Keamanan Tanpa Gangguan

​Untuk menjamin kualitas layanan, BPH Migas melakukan monitoring langsung ke lokasi pada Kamis (22/1). Komite BPH Migas, Arief Wardono, menegaskan bahwa secara keseluruhan pasokan gas untuk sektor komersial dan rumah tangga di wilayah tersebut dalam kondisi aman.

​”Kami memastikan gas bumi yang disalurkan mampu mendukung aktivitas vital rumah sakit secara berkelanjutan. PGN harus terus memberikan layanan prima bagi fasilitas publik seperti ini,” tegas Arief.

​Teknologi ‘Beyond Pipeline’ untuk Yogyakarta

​Mengingat infrastruktur pipa yang masih terus berkembang, PGN menggunakan skema Compressed Natural Gas (CNG) atau beyond pipeline melalui anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia.

​Area Head PGN Semarang, Sugiyanto Eko Cahyono, menyatakan bahwa PGN memosisikan diri sebagai mitra strategis sektor kesehatan.

​“Kami hadir dengan sepenuh hati. Dengan sinergi bersama BPH Migas, kami menjamin energi tersedia 24 jam sehingga pihak rumah sakit bisa fokus sepenuhnya pada pelayanan pasien tanpa khawatir kendala energi,” tuturnya.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

​Ekspansi Energi Bersih di Kota Gudeg

​Komitmen PGN tidak berhenti di RSUP Dr. Sardjito. Hingga saat ini, PGN telah melayani:

  • 3.517 Sambungan Rumah (SR)
  • ​Berbagai sektor UMKM, Pelanggan Kecil, dan Komersial di wilayah Yogyakarta.

​Ke depan, PGN berencana terus memperluas jangkauan layanan gas bumi di Yogyakarta guna mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan akses energi yang lebih bersih dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement