Ekonomi

Satu Tahun Luthfi-Yasin: Ekonomi Jawa Tengah Melaju di Atas Nasional, Investasi Pecah Rekor

BERITASEMARANG.ID  – Tepat pada 20 Februari 2026, pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen genap satu tahun memimpin Jawa Tengah. Mengusung konsep Collaborative Government (Pemerintahan Kolaboratif), duet ini berhasil membawa Provinsi Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi yang impresif di tengah tantangan bencana hidrometeorologi yang silih berganti.

​Ekonomi Tumbuh 5,37%, Lampaui Rata-Rata Nasional

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,37% (y-on-y). Angka ini secara signifikan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,11%. Capaian tersebut mengukuhkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.

​Peningkatan ini juga berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,48% pada Maret 2025 menjadi 9,39% pada September 2025. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 51,52 ribu jiwa jika dibandingkan dengan periode September tahun sebelumnya.

​Investasi Tertinggi dalam Satu Dekade

​Di bawah komando Luthfi-Yasin, Jawa Tengah menjadi magnet kuat bagi para investor. Realisasi investasi tahun 2025 menembus angka Rp88,50 triliun, yang terdiri dari:

  • PMA (Penanaman Modal Asing): Rp50,86 triliun.
  • PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri): Rp37,64 triliun.

​”Ini adalah capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Sebanyak 105.078 proyek terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang,” ungkap Gubernur Ahmad Luthfi.

Bidik Emas di Kejurprov Forki Jateng 2026, Karateka Andalan USM Siap Bertarung di Magelang

​Respons Cepat Bencana & Program Pro-Rakyat

​Meski diwarnai berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang Demak, rob di Sayung, hingga tanah gerak di Tegal, Pemprov Jateng dinilai sigap melakukan langkah komprehensif mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana.

​Di sisi lain, program-program sosial tetap berjalan masif melalui berbagai terobosan:

  1. Speling (Spesialis Keliling): Pemeriksaan kesehatan gratis langsung ke warga.
  2. Pendidikan Gratis: Melalui sekolah kemitraan dan beasiswa santri.
  3. Rehabilitasi RTLH: Perbaikan rumah tidak layak huni bagi rakyat kecil.
  4. Graduasi Kemiskinan: Contoh nyata di Brebes, di mana 2.000 KPM menyatakan mandiri dan keluar dari status penerima bansos.

​Filosofi “Ngopeni” dan Kolaborasi

​Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kunci keberhasilan setahun ini adalah kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi hingga investor.

​”Membangun Jateng ini adalah proses ngopeni (merawat). Penghargaan bukanlah tujuan akhir, tapi pengingat agar kebijakan kami benar-benar berdampak dan melayani masyarakat,” tegas Luthfi.

 

Rayakan Grand Opening Zing Padel, Kompetisi Kelas Beginner Jadi Magnet di Hari Pembukaan.

​Senada dengan itu, Wakil Gubernur Taj Yasin (Gus Yasin) menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ini untuk menyentuh lapisan masyarakat terbawah, termasuk kelompok disabilitas.

​Selama tahun 2025, Pemprov Jateng tercatat menyabet sedikitnya 40 penghargaan dari berbagai lembaga. Prestasi ini bahkan mendapat apresiasi khusus dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang memuji iklim investasi kondusif di Jawa Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement