Ekonomi

Sektor Hortikultura Jadi Penyelamat, NTT Jawa Tengah Maret 2026 Naik Tipis 0,18 Persen

BERITASEMARANG.ID – Kesejahteraan petani di Jawa Tengah menunjukkan tren positif pada periode Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar 0,18% dibandingkan bulan sebelumnya.

​Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A, mengungkapkan bahwa kenaikan ini membawa angka NTP Jawa Tengah berada di level 116,38, naik dari posisi Februari 2026 yang tercatat sebesar 116,18.

​”Kenaikan NTP ini dipicu oleh pertumbuhan di beberapa subsektor, terutama hortikultura, peternakan, dan perikanan, meskipun sektor tanaman pangan masih menghadapi tantangan penurunan,” ujar Ali Said dalam rilis Berita Resmi Statistik melalui Zoom, Rabu (1/4).

​Hortikultura dan Peternakan Jadi Motor Penggerak

​Sektor hortikultura tercatat sebagai penyumbang andil kenaikan terbesar. Komoditas seperti kol/kubis, cabai rawit, bawang daun, dan kentang menjadi primadona yang mendongkrak pendapatan petani di lapangan.

Perkuat Sinergi Pendidikan, USM Bekali Siswa SMK Texmaco Semarang Wawasan Teknologi dan Penyiaran

​Tak hanya itu, sektor peternakan juga menunjukkan performa solid berkat andil dari komoditas sapi potong dan telur ayam ras. Sementara di sektor perikanan tangkap, kenaikan didorong oleh hasil laut seperti rajungan, udang laut, tenggiri, dan kembung. Untuk sektor perikanan budidaya, komoditas bandeng, lele, dan nila tawar tetap stabil memberikan keuntungan bagi pembudidaya.

​Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Melaju Kencang

​Sejalan dengan kenaikan NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Jawa Tengah pada Maret 2026 juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 0,64%. Angka NTUP tercatat di level 122,40, naik dari 121,62 pada Februari 2026.

​Ali Said menjelaskan, kenaikan NTUP ini terjadi karena Indeks yang Diterima Petani (It) naik lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM).

​”Komoditas penyumbang kenaikan indeks yang diterima petani antara lain cabai rawit, ayam ras pedaging, pete, dan kentang,” tambahnya.

Jawa Tengah Juara 1 Penyaluran Kredit Perumahan Rp2,3 Triliun, Menteri PKP Puji Kepemimpinan Ahmad Luthfi

​Namun, petani juga harus berhadapan dengan kenaikan biaya produksi, terutama pada komponen upah penanaman, upah mencangkul, harga pupuk urea, dan bensin.

​Peta Persaingan di Pulau Jawa

​Di skala regional Pulau Jawa, performa NTT menunjukkan hasil yang beragam:

1. ​Provinsi yang Mengalami Kenaikan: Jawa Barat (kenaikan tertinggi), Jawa Tengah, dan Banten.

2. ​Provinsi yang Mengalami Penurunan: DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Tradisi Bodo Ketupat Dusun Juwono: Rawat Guyub lan Spiritualitas ing Tengah Geliat Kota Semarang

​Penurunan terdalam di Pulau Jawa dialami oleh Provinsi Jawa Timur yang terkontraksi sebesar 1,28%.

​Meskipun subsektor tanaman pangan dan perkebunan rakyat di Jawa Tengah sempat mengalami tekanan pada bulan ini, secara keseluruhan daya beli petani di Jawa Tengah masih tetap terjaga di zona positif berkat diversifikasi komoditas hortikultura dan peternakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement