BERITASEMARANG.ID – Selama Ramadan dan jelang Idul Fitri 2026, industri logistik di Indonesia diprediksi kembali mengalami lonjakan signifikan. Kepala Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengungkapkan bahwa JNE memproyeksikan kenaikan volume pengiriman sebesar 20% hingga 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini dipicu oleh masifnya aktivitas belanja online, pengiriman parsel, serta kebutuhan logistik pelaku UMKM di sektor fesyen, makanan-minuman, dan kebutuhan rumah tangga.
Untuk mengantisipasi “banjir” paket tersebut, JNE telah memperkuat fondasi operasionalnya di seluruh lini. Wahyu menjelaskan bahwa kesiapan tahun ini didukung oleh kekuatan armada dan teknologi terkini:
-. SDM & Armada: Didukung lebih dari 50.000 karyawan dan 11.000 unit kendaraan operasional.
-. Mega Hub Tangerang: Optimalisasi lahan seluas 4 hektare di dekat Bandara Soekarno-Hatta yang dilengkapi dengan Automatic Sorting Center. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat proses sortir secara presisi dan efisien.
-. Jaringan Luas: Pemanfaatan lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh penjuru Indonesia.
”Kami meningkatkan fleksibilitas jam operasional dan mengatur ulang rute distribusi, terutama pada titik-titik dengan volume tinggi,” ujar Wahyu Sangerti Alam.
Ramadan dan Lebaran selalu identik dengan tantangan aksesibilitas, mulai dari kemacetan arus mudik hingga pembatasan angkutan darat. Menanggapi hal ini, JNE menerapkan strategi distribusi multimoda.
”Kami meyakini bahwa ketika ekosistem tempat JNE berada tumbuh secara sehat, maka JNE akan tumbuh bersama. Komitmen kami adalah memastikan layanan pengiriman tetap menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh stakeholder selama Ramadan dan Lebaran,” tutupnya.

Komentar