BERITASEMARANG.ID – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan wilayah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memimpin langsung Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sekaligus High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Balai Kota, Kamis (12/3/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan ibu kota Jawa Tengah tersebut siap menyambut lonjakan pemudik serta menjaga stabilitas ekonomi selama masa Lebaran.
Fokus Utama: Transportasi dan Kelancaran Arus Mudik
Sebagai simpul utama transportasi di Pulau Jawa, Semarang diprediksi akan mengalami tekanan arus lalu lintas yang signifikan. Berdasarkan data teknis, puncak arus mudik diperkirakan terbagi dalam dua gelombang, yakni 14–15 Maret dan 18–20 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada 23–24 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Beberapa titik krusial yang menjadi perhatian khusus meliputi:
- Gerbang Tol: Kalikangkung dan Banyumanik.
- Titik Rawan Macet: Krapyak, Jatingaleh, Gayamsari, dan jalur utama Kaligawe.
”Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idul Fitri,” tegas Agustina.
Tekan Inflasi dan Jaga Stok Pangan
Selain mobilitas, Pemkot Semarang menaruh perhatian serius pada stabilitas harga. Mengingat inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65% (yoy), HLM TPID merumuskan langkah strategis untuk mengintervensi harga bahan pokok di pasar.
Pemkot memastikan ketersediaan pangan aman dan meminta seluruh OPD terkait, termasuk Bulog dan Bank Indonesia, untuk terus memantau pergerakan harga guna mencegah lonjakan yang memberatkan masyarakat.
Fasilitas Publik dan Program Mudik Gratis
Untuk memanjakan warga, Pemkot Semarang kembali menghadirkan program Mudik Gratis 2026. Sebanyak 12 armada bus telah disiapkan untuk rute Jakarta-Semarang (PP) guna mengurangi beban kendaraan pribadi dan meningkatkan keamanan perjalanan.
Tak hanya itu, kesiapan layanan lainnya juga ditingkatkan, antara lain:
-
- Kesehatan: Pendirian posko kesehatan di titik strategis.
- Keamanan: Peningkatan patroli ketertiban umum.
- Infrastruktur: Optimalisasi jaringan CCTV kota dan komunikasi.
- Kebersihan: Penyiagaan petugas kebersihan selama libur panjang.
”Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Seluruh unsur pemerintah dan stakeholder harus bergerak bersama,” pungkas Wali Kota.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi vertikal seperti BI, Pertamina, PT KAI, Pelindo, BMKG, hingga para camat se-Kota Semarang.

Komentar