Semarang

Setahun Duet Agustina-Iswar: Wajah Baru Semarang yang Lebih Bersih dan Sejahtera

BERITASEMARANG.ID – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dan Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, membawa perubahan signifikan bagi Ibu Kota Jawa Tengah. Melalui visi “Semarang Bersih”, duet ini tidak hanya berhasil merapikan estetika kota, tetapi juga mendongkrak level kesejahteraan warga secara nyata.

​Bukan sekadar jargon, keberhasilan ini tercermin dari angka-angka statistik yang menunjukkan grafik positif di berbagai sektor, mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga penguatan ekonomi sirkular.

​Lompatan Kualitas Hidup dan Ekonomi

​Dalam satu tahun terakhir, pembangunan manusia di Semarang mengalami kenaikan pesat. Berdasarkan data tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang mencapai 85,80, melonjak jauh dibandingkan tahun 2020 yang berada di angka 83,05.

​Berikut adalah poin-poin utama capaian kesejahteraan warga:

  • Kemiskinan Turun Tajam: Dari 11,84% di tahun 2020, kini angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,36%.
  • Pengangguran Terkendali: Tingkat pengangguran terbuka yang sempat menyentuh 9,54% saat pandemi, kini melandai di angka 4,66%, lebih baik dari rata-rata nasional (5,65%).
  • Ekonomi Melaju: Pertumbuhan ekonomi Semarang konsisten di atas 5%, bahkan sempat menyentuh angka 6,42%, melampaui pertumbuhan rata-rata Jawa Tengah.

​”Sampah Jadi Duit”: Revolusi Ekonomi Sirkular

​Kunci sukses program Semarang Bersih terletak pada konsep ekonomi sirkular. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber rezeki bagi warga.

Tradisi Bodo Ketupat Dusun Juwono: Rawat Guyub lan Spiritualitas ing Tengah Geliat Kota Semarang

​”Sampah bukan lagi masalah, tapi peluang. Kita ubah cara pandang warga agar pemilahan sampah bisa langsung dirasakan manfaat ekonominya,” ujar Wali Kota Agustina.

​Keberhasilan ini dibuktikan dengan:

  1. Ekspansi Bank Sampah: Saat ini terdapat 857 unit bank sampah aktif yang berhasil mengelola 1.705,7 ton sampah.
  2. Omzet Miliaran: Kolaborasi dengan PKK menghasilkan perputaran uang mencapai Rp1,89 miliar yang langsung masuk ke kantong warga.
  3. Teladan ASN: Melalui gerakan “ASN Wegah Nyampah”, lingkungan birokrasi berhasil mengurangi buangan sampah hingga 4,3 ton per hari.

​Semarang Makin Hijau dan Ramah Keluarga

​Selain tata kelola sampah, penghijauan menjadi prioritas. Hingga akhir 2025, lahan seluas 16,58 hektare telah dihijaukan dengan penanaman 46.510 bibit pohon.

​Warga kini memiliki lebih banyak ruang publik berkualitas dengan hadirnya taman-taman baru seperti Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, dan Taman Dinar Mas Meteseh. Taman-taman ini berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ruang interaksi sosial yang meningkatkan indeks kebahagiaan warga.

​Menatap Tahun Kedua: Target Lebih Ambisius

​Memasuki tahun kedua, Pemkot Semarang telah menyusun lima rencana besar untuk memperkuat fondasi kota:

Semarang “Panen” Event Olahraga Nasional Sepanjang April 2026, Cek Jadwal Lengkapnya

  • Pengurangan Plastik: Pengawasan ketat penggunaan plastik sekali pakai dan inovasi tukar botol plastik dengan bibit pohon saat Car Free Day.
  • Digitalisasi Lingkungan: Pengembangan aplikasi ASN Wegah Nyampah yang terintegrasi dengan penilaian kinerja.
  • Target 1.468 Bank Sampah: Memperluas jangkauan manfaat ekonomi sampah ke lebih banyak rumah tangga.
  • Infrastruktur Limbah: Pembangunan IPAL TPA Jatibarang Tahap 1 untuk lingkungan yang lebih sehat.
  • Masifkan Taman Kota: Rencana pembangunan 8 taman baru, termasuk di wilayah Sampangan, Bulusan, hingga Gedawang.

​”Pembangunan Semarang hari ini adalah tentang keseimbangan. Kita kejar ekonomi, tapi kita pastikan rumah warga bersih dan lingkungan tetap hijau,” pungkas Agustina.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement