BERITASEMARANG.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Universitas Maritim AMNI (PkM Unimar AMNI) Semarang melakukan pemberdayaan masyarakat desa yang terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan kelautan di wilayah pesisir Demak selama empat bulan yakni September sampai Desember 2025.
Tim PkM Unimar AMNI terdiri atas Ketua Dr Muhammad Ikhsan Setiawan, anggota Dr Adenanthera Lesmana Dewa, Dhanan Abimanto MPd.
Mereka dibantu sejumlah mahasiswa yang dipimpin Ketua Ronaldo Tri Setiawan, anggota Assyifa Faizah, Esra Umbu Hauwali, Jesica Pasclarita Burhansi, Jessicha Mardiana Indah Riri, Kharisma Aulia Nurmalita, M.Hafizan Syahwan, Laucia Bunga Anatasya, Zeftian Pratama P., Sigit Faturahman, Ril Pascalia Nona Buni Mesa, Risnahayati Bili, M.Hafidz Arrizal, M.Rifki Romdhoni, Khodijah Nasution, Zuhdi alannur, Rizky Bayu Ramadhan, Stefanus Bayu Mario Metan, Sulthan Nalifal Ardhian, Vicky Hikmal Akbar Alhabib.
Menurut Muhammad Ikhsan, kegiatan yang merupakan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Ajaran 2025 itu didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program bertajuk ”Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa” tersebut dilakukan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebagai laboratorium hidup penanganan rob melalui pendekatan partisipatif, penerapan teknologi tepat guna, dan penguatan kelembagaan nelayan muda berbasis mangrove.
”Inisiatif tersebut tidak hanya menjawab krisis logistik pangan saat rob, tetapi juga menata ulang ekosistem produksi–distribusi–pemasaran hasil laut agar lebih tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dia mengatakan, Desa Timbulsloko selama bertahun-tahun mengalami penurunan muka tanah, abrasi, dan intrusi air laut.
Dampaknya terasa pada turunnya kapasitas produksi nelayan mangrove, terputusnya rantai distribusi pangan kelautan saat air pasang tinggi, dan mandeknya inovasi pengolahan hasil laut.
”Minimnya intervensi teknologi relevan serta belum optimalnya peran pemuda sebagai motor kelembagaan memperparah kerentanan rumah tangga pesisir,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, katanya, pihaknya membekali materi yang bermanfaat bagi masyarakat, yakni tentang Inovasi Produksi yang meiputi perancangan serta pelatihan penggunaan panel surya untuk mendukung operasi maritim desa, kemudian Inovasi Distribusi tentang sistem logistik pangan komunal menggunakan ATV mobile cold box bertenaga surya sebagai armada antar-desa saat rob tinggi—menjaga mutu ikan/hasil tangkap dan memotong biaya logistik.
Selain itu juga Inovasi Digitalisasi yang meliputi pemasaran digital dan pelatihan e-commerce, dari fotografi produk, penulisan deskripsi, pengelolaan pesanan, hingga literasi pembayaran nontunai.
”Inisiatif ini selaras dengan fokus ”desa tangguh bencana” dalam RPJMD Kabupaten Demak 2020–2025 serta kebijakan pemberdayaan nelayan kecil berbasis inovasi teknologi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Dia mengatakan, untuk kelancaran kegiatan, pihaknya membawa rekam jejak lebih dari 20 program pemberdayaan pesisir yang menekankan logistik pangan dan teknologi adaptif.
”Program pemberdayaan pesisir tersebut menargetkan produksi dan mutu dengan kenaikan ≥20% nilai jual tangkapan/olahan berkat rantai dingin yang terjaga. Selain itu, waktu tempuh distribusi saat rob dan adopsi digital yakni UMKM/kelompok nelayan aktif di kanal pemasaran daring,” tandasnya.

Komentar