BERITASEMARANG.ID – Januari identik dengan guyuran hujan deras yang datang tanpa permisi. Bagi para pemotor di kota besar seperti Semarang atau Solo, pemandangan “parkir berjamaah” di bawah underpass atau jembatan saat hujan lebat sudah menjadi hal lumrah. Namun, tahukah Anda? Kebiasaan yang dianggap sepele ini sebenarnya adalah bom waktu yang siap mencelakai Anda dan orang lain.
Egoisme di Balik “Gedung” Jembatan
Banyak pengendara mengira menepi di bawah jembatan adalah langkah cerdas agar tidak basah kuyup. Padahal, secara etika dan keselamatan, ini adalah kesalahan fatal.
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, menegaskan bahwa kerumunan motor di bawah jembatan menciptakan fenomena bottleneck atau penyempitan jalan. Di saat jarak pandang pengemudi truk dan bus sangat terbatas akibat hujan, motor yang memakan badan jalan menjadi sasaran empuk kecelakaan fatal.
”Berhenti di area tersebut bukan hanya egois karena menghambat orang lain, tapi juga menempatkan diri kita sebagai ‘sasaran empuk’ tabrak belakang,” tegas Oke.
Etika “Hujan-hujanan”: Bukan Cuma Soal Jas Hujan
Berkendara di cuaca buruk bukan sekadar adu cepat memakai jas hujan, melainkan tentang empati.
Berikut adalah etika dasar yang sering dilupakan:
Lampu Utama Adalah Nyawa: Nyalakan lampu agar Anda terlihat, bukan sekadar untuk melihat. Ingat, hindari penggunaan lampu hazard saat berjalan karena hanya akan membingungkan pengendara lain.
Waspada Angin Samping (Crosswind): Jika melihat pengendara lain goyah tertiup angin, beri ruang! Jangan malah memprovokasi dengan klakson agresif.
3 Langkah “Menepi Ganteng” Tanpa Bahaya
Jangan sampai niat memakai jas hujan justru berakhir di rumah sakit. Jika langit mulai gelap, lakukan prosedur ini:
Anti-Mendadak: Jangan langsung injak rem. Kurangi kecepatan bertahap dan nyalakan sein kiri jauh sebelum berhenti.
Cari “Kantong” Aman: Lupakan bahu jalan yang sempit. Carilah pelataran ruko, SPBU, atau halte dengan kantong parkir yang luas.
Wajib Terlihat: Jika terpaksa di bahu jalan, pastikan motor berada di luar garis putih dan biarkan lampu belakang tetap menyala.
Nyawa Lebih Mahal dari Sehelai Jas Hujan
Hujan sejatinya adalah ujian kesabaran. Menepi terburu-buru demi menghindari basah adalah bentuk kegagalan dalam manajemen risiko.
”Jika langit sudah mendung, pakailah jas hujan sebelum hujan turun di tempat yang aman. Jangan biarkan keinginan berteduh justru mencelakai orang lain yang sedang berjuang menembus badai,” tutup Oke.

Komentar