Pendidikan

UPGRIS Terjunkan 1.262 Mahasiswa Magang: Siap Cetak Guru Profesional dan Tenaga Kerja Kompeten

BERITASEMARANG.ID  – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan siap kerja. Sebanyak 1.262 mahasiswa resmi diterjunkan untuk mengikuti program Magang Kependidikan dan Magang Kerja Industri terintegrasi guna mengasah kompetensi profesional di lapangan.

​Penerjunan ribuan mahasiswa ini dilakukan di Balairung UPGRIS pada Selasa (27/1/2026). Program ini merupakan bagian wajib dari kurikulum yang dirancang untuk menyelaraskan teori di bangku perkuliahan dengan dinamika dunia kerja nyata.

​Persiapan Matang Sejak Semester Awal

​Ketua Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) UPGRIS, Dr. Fenny Roshayanti, M.Pd., menegaskan bahwa para mahasiswa tidak dilepas begitu saja ke lapangan. Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum mereka benar-benar terjun ke instansi atau sekolah tujuan.

​“Kami mempersiapkan mahasiswa jauh sebelum magang. Dimulai dari peminatan karier pada semester dua dan pengembangan diri pada semester empat. Proses pendampingan dilakukan intensif, mulai dari pelatihan hingga pembekalan teknis,” ujar Dr. Fenny.

​Keunggulan Program Magang UPGRIS

​Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam program magang tahun ini antara lain:

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  • Integrasi Sistem: Mahasiswa diwajibkan mencatat aktivitas harian melalui sistem terintegrasi sesuai standar akademik.
  • Pengembangan Soft Skills: Fokus utama bukan hanya pada akademik, tetapi juga pada kemampuan problem solving dan mentalitas profesional.
  • Jangkauan Luas: Sebanyak 1.262 mahasiswa akan tersebar di 118 sekolah yang berlokasi di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

​Peringkat Kelima Nasional Kesiapan Kerja

​Upaya sistematis ini membuahkan hasil yang signifikan. Saat ini, UPGRIS berhasil menempati peringkat kelima nasional dalam aspek kesiapan kerja lulusan. Capaian ini menjadi bukti bahwa sistem pembinaan dan praktik magang yang dijalankan sangat efektif dalam menjembatani kebutuhan industri dan dunia pendidikan.

​”Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman langsung yang meningkatkan nilai tawar mereka di pasar kerja, baik sebagai calon guru profesional maupun tenaga kerja di industri,” tambah Dr. Fenny.

​Dengan bekal pengalaman ini, lulusan UPGRIS diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang siap diadu di dunia profesional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement