BERITASEMARANG.ID – PT PLN Indonesia Power UBP Semarang kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Peningkatan Kapasitas Mitra Binaan, PLN IP UBP Semarang menggandeng kelompok wanita tani (KWT) dari Kelurahan Tanjung Mas untuk bertransformasi menjadi entitas yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Fokus program kali ini menyasar dua kelompok utama, yakni KWT Agro Tanjung (RW 10) dan KWT Cantik Bahari (RW 15). Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai pelatihan formal, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Semarang.
Studi Banding dan Transformasi di KPPT Salatiga

Untuk memberikan wawasan yang lebih luas, para anggota KWT diboyong ke Kawasan Pusat Pelayanan Pertanian Terpadu (KPPT) Salatiga. Di sana, mereka melakukan studi banding sekaligus praktik langsung di lingkungan pertanian modern.
Para peserta dibekali dengan:
- Teknik Budidaya Modern: Penyesuaian metode tanam untuk lahan terbatas.
- Pengolahan Hasil Pangan: Cara meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
- Manajemen Pertanian Terpadu: Pengelolaan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Dadan Budiansyah, Officer Community Development PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, menjelaskan bahwa kompetensi teknis adalah kunci utama bagi mitra binaan.
”Kami ingin memastikan mitra binaan kami tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kompetensi teknis yang mumpuni. Harapannya, ilmu dari KPPT Salatiga ini diimplementasikan untuk menciptakan kemandirian ekonomi di wilayah Tanjung Mas,” ujar Dadan.
Sinergi Industri dan Akademisi
Kesuksesan program ini didorong oleh kolaborasi lintas sektor. PLN IP UBP Semarang menggandeng LPUBTN KAS Semarang sebagai mitra pendamping. Peran LPUBTN sangat krusial dalam memberikan asistensi teknis dan manajerial, memastikan teori yang didapat di lapangan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan asal.
Dengan adanya sinergi antara PLN IP, lembaga pendamping, dan masyarakat, KWT Agro Tanjung dan KWT Cantik Bahari kini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tangguh. Inisiatif ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan masa depan.

Komentar