BERITASEMARANG.ID – Direktur Komersial PT Pos Indonesia (Persero), Fahdel Akbar, menghadiri Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) ke-104 yang digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Minggu (29/03/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan minat literasi sejarah melalui benda pos di era digital.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), Fadli Zon. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa filateli bukan sekadar hobi mengoleksi prangko, melainkan upaya menjaga rekam jejak identitas bangsa.
Prangko sebagai Saksi Sejarah
Fadli Zon menjelaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, prangko telah menjadi media yang merekam berbagai peristiwa penting, mulai dari dinamika budaya hingga organisasi sosial.
”Prangko adalah benda kecil bergambar yang menyimpan sebuah cerita besar suatu bangsa. Ia merekam sejarah, identitas, dan perjalanan budaya kita,” tegas Fadli Zon.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah gempuran teknologi komunikasi modern, filateli tetap relevan sebagai sarana edukasi. Kegiatan ini melatih ketekunan, ketelitian, serta memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah nasional kepada generasi muda.
Peluncuran Buku “Djocjocarta”
Salah satu agenda utama dalam peringatan HFN 2026 ini adalah peluncuran buku “Kartu Pos Bergambar Djocjocarta” karya Fadli Zon dan Mahpudi. Buku ini merupakan seri keempat dari rangkaian buku kartu pos sejarah yang disusun oleh Fadli Zon, menyusul karya sebelumnya tentang:
1. Buitenzorg (Bogor)
2. Fort de Kock (Bukittinggi)
3. Samarangh (Semarang)
Selain peluncuran buku, acara ditandai dengan penandatanganan Sampul Peringatan Filateli “HFN 2026” yang disaksikan oleh para tamu undangan dan pegiat filateli.
Kolaborasi Lintas Sektor
Penyelenggaraan acara ini merupakan hasil kolaborasi solid antara:
-. Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI)
-. Kementerian Kebudayaan
-. Kementerian Komunikasi dan Digital
-. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta
Dengan pemilihan lokasi di Taman Budaya Embung Giwangan yang kini menjadi pusat aktivitas budaya di selatan Yogyakarta, diharapkan semangat filateli dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi dalam pembentukan karakter generasi penerus Indonesia.

Komentar