Ekonomi Nasional

OJK Perkuat ‘Early Warning System’, Sophia Wattimena: Manajemen Risiko Kini Jadi Radar Masa Depan

BERITASEMARANG.ID  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat benteng pertahanan kelembagaannya melalui penguatan fungsi manajemen risiko yang lebih progresif. Dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026, Senin (6/4), Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa pengelolaan risiko di OJK kini tidak lagi hanya menoleh ke belakang (historical), melainkan fokus menatap tantangan di masa depan (forward-looking).

​Kolaborasi Lintas Bidang: Bukan Sekadar Formalitas

​Sophia menjelaskan bahwa penguatan manajemen risiko di OJK merupakan hasil kolaborasi masif antar-bidang dengan menggabungkan proses bottom-up dan top-down. Identifikasi risiko kini melibatkan seluruh pemilik risiko (risk owners) di setiap satuan kerja.

​”Tujuannya memastikan semua satuan kerja paham apa risiko utama mereka yang relevan dengan fungsinya masing-masing. Ini adalah kerja kolaborasi, bukan kerja satu bidang saja,” ujar Sophia.

​Sistem Terintegrasi dan Pelaporan Berkala

Cuaca Ekstrem dan Persiapan Ramadan Picu Penurunan Kunjungan Wisatawan ke Jawa Tengah

​Untuk menjaga efektivitasnya, risiko-risiko yang telah diidentifikasi akan dibahas bersama unit yang menjadi focal point kelembagaan, sebelum akhirnya diekskalasi ke dalam Komite Manajemen Risiko Forum.

-. ​Frekuensi Koordinasi: Minimal sebulan sekali atau sewaktu-waktu jika mendesak.

-. ​Inovasi Sistem: Didukung oleh sistem yang terintegrasi secara digital.

-. ​Output: Pelaporan berkala bertajuk Risk in Focus dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK).

​Menjadikan Indikator Risiko Sebagai ‘Early Warning System’

Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Nawal Yasin Dorong Inovasi UMKM Berbasis Potensi Lokal

​Salah satu poin krusial yang disampaikan Sophia adalah penajaman Indikator Risiko Utama (IRU). OJK berambisi menjadikan IRU sebagai alat deteksi dini atau early warning system yang mampu memberikan sinyal kuat sebelum sebuah risiko benar-benar meledak.

​”Kami ingin IRU ini bisa diperlakukan sebagai tools untuk memberikan sinyal awal atas perubahan atau peningkatan eksposur risiko. Jadi, kita bisa bertindak lebih cepat sebelum dampaknya meluas,” tambahnya.

​Mendukung Efektivitas Tugas OJK

​Dengan mengedepankan aspek forward-looking dan memperhatikan konteks internal maupun eksternal, manajemen risiko diharapkan menjadi tulang punggung yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi OJK.

​Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengawasan sektor jasa keuangan tetap stabil dan kredibel di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Dengan sistem radar yang lebih tajam, OJK optimis dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif dan akuntabel.

Inovasi Pelarut Halal dari Kulit Kedelai, Tim FTP USM Sabet Peringkat 6 di AFC Unsoed

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement