BERITASEMARANG.ID – PT Pos Indonesia (Persero) semakin memperkokoh posisinya sebagai pemain utama industri logistik berbasis teknologi modern. Pada Kamis (30/4/2026), Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, meresmikan penggunaan mesin sortir robotik di Sentral Pengolahan Pos (SPP) Yogyakarta.
Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi SPP Yogyakarta yang kini resmi bertransformasi menjadi pusat pengolahan kiriman yang terdigitalisasi dan terotomasi secara penuh.
Dalam peresmian tersebut, Daud Joseph menegaskan bahwa adopsi teknologi robotik bukan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup perusahaan (lifestyle), melainkan strategi krusial untuk menyejajarkan Pos Indonesia dengan standar logistik di negara-negara maju.
”Otomasi ini levelnya bukan lagi lokal, tapi global. Ini bukan sekadar aksesori atau ‘keren-kerenan’, melainkan sebuah keharusan di industri saat ini untuk tetap kompetitif,” tegas Daud Joseph.
Implementasi teknologi ini diproyeksikan akan mengubah struktur biaya operasional perusahaan secara drastis. Dengan sistem yang lebih presisi dan cepat, Pos Indonesia optimis dapat meningkatkan performa bisnis melalui efisiensi yang nyata.
Berikut adalah spesifikasi keunggulan mesin sortir robotik di SPP Yogyakarta:
- Jumlah Armada: 45 unit robot pintar.
- Kapasitas Sortir: Mampu memproses hingga 3.000 kiriman per jam.
- Efisiensi Biaya: Diproyeksikan menekan biaya operasional sebesar 30% hingga 35%.
Daud Joseph juga berpesan kepada seluruh jajaran di SPP Yogyakarta agar menjaga aset teknologi ini dengan maksimal. Mengingat nilai investasinya yang besar, mesin-mesin ini diharapkan menjadi tulang punggung operasional dalam waktu lama.
”Robotik ini adalah kebanggaan kita. Saya minta untuk dijaga dan dipelihara agar bisa bertahan hingga 20 tahun ke depan. Kuncinya adalah pemanfaatan yang optimal dan perawatan yang benar agar terus memberikan nilai positif bagi perusahaan,” tambahnya.
Dengan diresmikannya fasilitas ini, SPP Yogyakarta kini menyandang status sebagai salah satu titik pengolahan pos paling modern di Indonesia. Langkah ini sekaligus membuktikan kesiapan Pos Indonesia dalam menghadapi tantangan di era logistik digital global.

Komentar