Ekonomi Jateng

Perkuat Investasi dan UMKM, BI Jateng Gelar CJIBF serta UMKM Grande 2026

BERITASEMARANG.ID  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah kembali mempertegas komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui dua agenda besar: Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 dan UMKM Grande 2026. Langkah sinergis ini ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Tengah pada 2025 tetap solid dengan pertumbuhan sebesar 5,37% (yoy). Capaian ini didorong oleh kuatnya permintaan domestik serta kontribusi investasi yang terus meningkat.

​CJIBF 2026: Magnet Investasi Hijau

​CJIBF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Mei 2026 di Semarang dengan tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth.” Forum strategis ini menjadi jembatan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor global. Fokus utamanya adalah transformasi ekonomi berbasis nilai tambah pada sektor-sektor unggulan, seperti:

-. ​Kawasan Industri dan Manufaktur

Satgas PASTI Tindak Tegas Universal Peak dan BAFI Group Indonesia Terkait Investasi Fiktif dan Jasa Pinjol Ilegal

-. ​Energi Baru Terbarukan (EBT)

-. ​Pertanian dan Industri Pengolahan Pangan

-. ​Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

​”Kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah terus meningkat. Tahun lalu, CJIBF berhasil menghasilkan 60 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp75,03 triliun. Tahun ini, kami arahkan pada investasi yang lebih berorientasi keberlanjutan,” ujar M. Noor Nugroho.

​UMKM Grande: Membawa Produk Lokal Mendunia

Dishub Kota Semarang Sukses Gelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026

​Berbarengan dengan agenda investasi, BI Jateng juga menggelar UMKM Grande 2026 (sebelumnya dikenal sebagai UMKM Gayeng) pada 7-11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon, Semarang. Memasuki tahun ke-8, tajuk “Grande” mencerminkan semangat Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor.

​Acara ini akan menampilkan 75 UMKM unggulan dari kategori fashion, kriya, dekorasi rumah, furnitur, hingga kopi. Beberapa agenda inovasi yang diusung antara lain:

1. ​AKU BISA SEJAHTERA: Program akses keuangan dan literasi bagi UMKM.

2. ​Semarak Jateng: Kolaborasi dengan Dekranasda dalam bentuk fashion show Wastra dan Kriya.

3. ​Sustainability & Digitalisasi: Workshop upcycle, integrated farming, serta edukasi pembayaran digital.

Kuliah Gratis Plus Uang Saku Rp950 Ribu/Bulan, Prodi S1 Ilmu Komunikasi Unissula Buka Beasiswa Hafidz Qur’an

4. ​Kompetisi & Edukasi: Lomba seduh kopi (Racikopi Grande) dan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah.

​Sinergi untuk Ekonomi Inklusif

​M. Noor Nugroho menekankan bahwa integrasi antara promosi investasi dan penguatan UMKM sangat penting untuk menciptakan multiplier effect bagi masyarakat luas. Melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan daya saing ekspor, UMKM diharapkan tidak hanya tumbuh secara lokal tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

​Sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dekranasda, serta KADIN diharapkan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan memacu akselerasi ekonomi Jawa Tengah di tengah ketidakpastian global.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement