Uncategorized

Dukung UMKM Naik Kelas, Pegadaian Kembali Gelar Gadepreneur 2026 di Semarang

BERITASEMARANG.ID — PT Pegadaian kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan dengan menggelar program Gadepreneur 2026. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya sejak dimulai pada 2023, pembukaan program ini berlangsung dinamis di Aston Inn Semarang pada Jumat (15/5/2026).

​Gadepreneur 2026 dirancang khusus sebagai wadah pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas, memperkuat literasi bisnis, serta memperluas akses pasar baik secara online maupun offline.

​Antusiasme Tinggi: 360 Peserta Lolos dari Ribuan Pendaftar

​Program tahun ini mencatatkan lonjakan peminat yang luar biasa. Dari total 4.800 pendaftar di seluruh Indonesia, terpilih 360 pelaku UMKM terbaik yang tersebar di 12 kantor wilayah Pegadaian.

​Deputy Area Semarang PT Pegadaian Kanwil XI, Anwar Yusuf, menjelaskan bahwa program ini terus berevolusi demi menjawab tantangan zaman, terutama dari sisi variasi jenis usaha peserta dan relevansi materi.

​“Tujuan utama Gadepreneur adalah memberikan pelatihan bisnis sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Peserta tahun ini sangat beragam, mulai dari sektor kuliner, fashion, craft (kerajinan), hingga bidang usaha lainnya,” ujar Anwar.

Sentuhan Humanis Wali Kota Semarang: Ajak Anak Yatim Nobar ‘Children of Heaven’ dan Pompa Semangat Raih Mimpi

 

​Ia menambahkan, materi pelatihan tahun ini sengaja disesuaikan dengan perkembangan kondisi makroekonomi saat ini agar strategi bisnis yang diadopsi peserta tetap relevan dan tangguh.

​Strategi Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

​Di tempat terpisah, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menekankan pentingnya standarisasi dan digitalisasi bagi UMKM agar tidak kalah bersaing dengan industri skala besar.

​Menurut Aries, Gadepreneur berfokus pada tiga pilar utama:

  • Literasi Bisnis & Keuangan: Membantu UMKM mengelola arus kas secara profesional.
  • Standarisasi Produk: Memastikan produk lokal memiliki daya saing kualitas setara dengan pabrikan atau merek besar.
  • Digitalisasi: Mendorong pelaku usaha masuk ke dalam ekosistem digital demi memperluas jangkauan pasar.

​”Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk terus berkembang dan menjadi pahlawan ekonomi di daerah masing-masing,” tutur Aries.

Honda Jateng Gencarkan Edukasi Etika Berkendara dan Tips Hadapi Pengendara Luar Kota

​Untuk menjaga efektivitasnya, Pegadaian menerapkan kriteria ketat. Program ini memprioritaskan usaha padat karya yang mampu memberdayakan masyarakat sekitar dengan batas perputaran usaha (omzet) maksimal Rp15 miliar per tahun.

​Keluar dari Zona Nyaman: Cerita Pemilik “Es Marem Bu Ning Jaganlan”

​Manfaat nyata dari program ini langsung dirasakan oleh para peserta. Salah satunya adalah Puput Anggraeni, pemilik usaha kuliner legendaris Semarang, “Es Marem Bu Ning Jaganlan”, yang sudah eksis sejak tahun 1978.

​Sebagai bisnis keluarga yang sudah berjalan puluhan tahun, Puput mengaku sempat terjebak dalam zona nyaman. Namun, setelah mengikuti mentor di Gadepreneur, pandangannya berubah total.

​“Saya mengikuti Gadepreneur karena ingin memajukan usaha, meningkatkan penjualan, dan menaikkan kelas usaha saya. Materi dari mentor sangat luar biasa dan membuka wawasan,” kata Puput.

​Ia kini termotivasi untuk melakukan transformasi besar pada usahanya, mulai dari menjaga konsistensi kualitas, memperbarui strategi promosi, hingga melakukan rebranding pada kemasan produk agar terlihat lebih modern.

Dukung Pendidikan Generasi Muda, BYD Indonesia Luncurkan Program ‘Small Steps for Tomorrow’

​Berlanjut ke Tahap Seleksi Nasional

​Program Gadepreneur 2026 tidak berhenti di pelatihan awal ini saja. Ke depan, para peserta akan mengikuti sesi kopi darat (kopdar) dan program rebranding.

​Dari proses pendampingan tersebut, Pegadaian nantinya akan menyaring dan memilih 24 pelaku UMKM terbaik di tingkat nasional untuk mendapatkan apresiasi dan dukungan perluasan pasar yang lebih masif lagi.

​Melalui konsistensi program Gadepreneur, PT Pegadaian berharap dapat terus menjadi motor penggerak yang membawa UMKM Indonesia menjadi lebih kompetitif, modern, dan mandiri di era bisnis digital.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement