BERITASEMARANG.ID – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meresmikan Revitalisasi Tahap I Bangunan Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7). Pembenahan bangunan berusia lebih dari 112 tahun ini membuktikan bahwa modernisasi transportasi publik dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian sejarah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut hangat peresmian ikon kota tersebut. Menurutnya, Stasiun Tawang bukan sekadar simpul transportasi, melainkan aset peradaban dan gerbang utama ekonomi Semarang.
”Revitalisasi ini adalah investasi peradaban. Pelestarian cagar budaya justru memberi nilai tambah bagi kota, baik sebagai daya tarik wisata maupun pengungkit ekonomi,” ujar Agustina.
Proses revitalisasi yang berlangsung selama 330 hari oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) berfokus mengembalikan fasad, hall utama, ruang tunggu, hingga ornamen asli sesuai dokumentasi sejarah NIS tahun 1911, sekaligus memperbaiki sistem drainase.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan bahwa pembenahan ini menjawab tingginya mobilitas masyarakat. Pada Semester I-2026 saja, Stasiun Tawang telah melayani lebih dari 2,1 juta pelanggan dengan rata-rata 34 perjalanan kereta per hari.
Berada di pintu masuk Kawasan Kota Lama, Pemkot Semarang berkomitmen memperkuat integrasi stasiun dengan destinasi wisata sekitar seperti Pecinan dan Kampung Melayu. Langkah ini dinilai sangat strategis, terlebih Semarang bersiap menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Menutup peresmian, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga warisan bangsa. “Kita buktikan Indonesia menghadapi masa depan dengan optimistis tanpa melupakan sejarah,” tegas Presiden.

Komentar