BERITASEMARANG.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah terus bergerak masif meningkatkan literasi keuangan di sektor pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang ditujukan bagi anggota PGRI dan pengurus Forum OSIS SMA/MA/SMK se-Jawa Tengah di Kantor OJK Jateng, Rabu (20/5/2026).
Mengusung tema “Guru Berdaya, Pelajar Cerdas Keuangan, Ekosistem Sekolah Cakap Keuangan”, kegiatan yang digelar secara hybrid ini sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dan Kick Off Bulan Literasi Keuangan.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan saat ini menjadi hal yang krusial. Pesatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital membawa tantangan baru yang cukup besar.
“Penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang diikuti dengan meningkatnya berbagai risiko, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, penipuan digital, dan penyalahgunaan data pribadi,” ujar Hidayat.
Hidayat menambahkan, guru dan pengurus OSIS memiliki peran strategis sebagai Duta Literasi Keuangan di sekolah. Mereka diharapkan mampu mendorong terbentuknya perilaku keuangan yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab di lingkungan masing-masing. Through sinergi ini, program edukasi ditargetkan dapat menjangkau serta membentuk sekitar 200 ribu guru di seluruh Jawa Tengah sebagai agen perubahan.
Langkah OJK ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta instansi terkait.
- Johan Hadiyanto (Kepala Biro Perekonomian Sekda Prov. Jateng): Menekankan bahwa kualitas SDM yang adaptif, kritis, dan cakap mengelola keuangan sejak dini adalah kunci pembangunan daerah di era ekonomi digital. Kegiatan ini diharapkan melahirkan budaya menabung dan pemanfaatan teknologi secara bijak di sekolah.
- Saptono Nugrohadi (Wakil Sekretaris PGRI Jateng): Mengapresiasi inisiatif pelatihan ini agar para peserta lebih memahami pengelolaan keuangan yang baik dan terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
- Robberto Agung Nugroho (Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan): Optimistis bahwa peningkatan kapasitas guru dan pengurus OSIS akan berkontribusi langsung pada peningkatan literasi keuangan di sekolah.
Kegiatan ToT ini menjadi wujud nyata kolaborasi multi-pihak yang melibatkan:
- OJK Provinsi Jawa Tengah
- Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
- Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah
- PGRI Provinsi Jawa Tengah
- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah
- Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1
- Forum OSIS SMA/MA/SMK Jawa Tengah
Acara yang dipusatkan di Semarang ini juga disaksikan secara serentak oleh para guru dan siswa di Kantor OJK Solo dan Kantor OJK Purwokerto, baik secara luring maupun daring.
Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi cerdas secara finansial untuk diri sendiri, melainkan mampu menjadi rujukan, teladan, dan penggerak literasi keuangan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat luas.

Komentar