BERITASEMARANG.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendorong pemerintah pusat untuk menyiapkan arah masa depan peserta Sekolah Rakyat secara matang. Rekomendasi strategis tersebut menyarankan agar para lulusan disalurkan ke jalur pendidikan vokasi atau diberikan akses melanjutkan ke perguruan tinggi guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Gagasan ini disampaikan Sumarno kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rangkaian program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi Utama/Madya Tahun 2026 yang diresmikan di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa (15/9).
Sumarno menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa diselesaikan secara sektoral. “Untuk Sekolah Rakyat, rekomendasinya adalah menentukan arah ke depan, apakah diarahkan ke pendidikan vokasi atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi,” ujarnya.
Kepala LAN Muhammad Taufiq menyambut baik pendekatan kolaboratif ini. Menurutnya, pengentasan kemiskinan merupakan persoalan ekosistem multidimensi yang membutuhkan cara kerja terintegrasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, bukan lagi berjalan dengan egosistem sektoral.
Hasil rencana aksi yang disusun para pejabat ini direspon positif oleh Kementerian Sosial. Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyatakan bahwa rekomendasi praktis tersebut akan dirangkum menjadi bahan perencanaan kebijakan nasional.
Dalam penutupan program RPL yang diikuti 28 pejabat tinggi dari berbagai instansi tersebut, Sumarno berhasil meraih predikat sangat memuaskan.

Komentar